30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 5 February 2023

Cinta Diputus, Pacar Dibakar

Duda berusia 36 tahun ini, inisialnya UTG, terbakar amarah. Dua hari setelah putusan, tubuh mantan kekasihnya ia bakar.

***

BANJARMASIN – Penganiayaan itu terjadi di halaman parkir hotel berbintang di kawasan Banjarmasin Timur, Ahad (22/1) sekitar jam tiga dini hari.

Nasyida, 27 tahun, baru kelar bekerja. Temannya sudah menunggu di dalam mobil untuk mengantar pulang.

Warga Jalan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara itu tak menyadari mantan pacarnya telah mengintai. Baru hendak masuk ke dalam mobil, pelaku muncul dari belakang.

“Dia membekap mulut saya,” ujarnya kemarin (23/1) di Rumah Sakit Ulin.

Sembari membekap, UTG mengumpat, “Nah! Ketemu juga akhirnya. Kumatii… kumatii (kuhabisi kamu).”

Ida, sapaan korban, jelas memberontak. Saat itulah pelaku mengambil botol air mineral berisi BBM. “Warnanya biru, entah Pertalite atau Pertamax,” kata Ida.

Ida sempat menangkis dengan tangan kiri. Hingga siraman bahan bakar itu hanya mengenai pakaian sebelah kiri.
Tapi UTG sudah menyalakan mancis. Sontak tubuh korban terbakar. Dan pelaku kabur menghilang.

Baca Juga :  Polsek Atensi Kasus Penganiaya Lansia

“Wajah kena. Badan dan dada juga. Untung ada yang lekas membantu memadamkan dan membawa saya ke rumah sakit,” kisahnya sambil meringis.

Bibir Ida tampak melepuh. Luka bakar paling parah di lengannya sudah dibungkus perban.
“Minggu pagi langsung dioperasi. Dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Kata dokter mungkin masih ada operasi lanjutan,” ujarnya.

Ibu satu anak ini mengungkap, ia berpacaran dengan UTG selama sembilan bulan. Tapi Ida tidak tahan karena UTG kasar. Kalau sudah marah, senang main pukul.

“Orangnya temperamen. Justru karena sering memukul itulah saya tidak tahan dan memutusnya,” tambahnya.
Berkali-kali hendak putus, Ida selalu mengurungkan niatnya, sebab UTG kerap mengancam.

“Sudah tak terhitung ancaman hendak dibunuh. Baik melalui telepon, pesan pendek atau ucapan langsung. Saya takut,” ujarnya.

Setelah putusan, UTG kerap meneror Ida. Mencari-cari keberadaannya. “Dia sudah punya rencana untuk mencelakai saya. Sampai mengintai juga. Saya berharap ia dihukum berat,” pintanya.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Selebgram Banjarmasin, Kapolda Janji Cek ke Propam

Selama dua hari dirawat di rumah sakit, tidurnya tak nyenyak. Ia kerap terbayang wajah sang mantan. “Saya trauma. Selalu dibayang-bayangi wajahnya. Takut dia datang lagi,” tutupnya.

Di rumah sakit, Ida ditemani ibu, anak, sepupu dan kawan dekatnya.

“Malam itu saya sudah tak enak hati ketika Ida meminta izin turun bekerja. Saya bilang tidak usah, di rumah saja. Tetapi dia berkeras,” kata Hamidah, 50 tahun, ibu korban.

Hamidah mengetahui tentang hubungan Ida dan UTG. Sebab ia sering menjadi tempat curhat putrinya.

“Pesan saya, kalau mau putus, bicarakan baik-baik. Jangan sampai dia tersinggung,” tuturnya.

Hingga ia mendapat kabar nahas tersebut. “Yang saya khawatirkan terjadi juga. Saya seorang ibu, maka bisa merasakannya. Kan sudah saya larang jangan keluar rumah,” tutupnya.

Kasus ini dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Banjarmasin. Polisi masih memburu keberadaan UTG. “Pelaku masih dilidik, identitasnya sudah kami kantongi,” kata Kasat Reskrim Kompol Thomas Afrian. (lan/gr/fud)

Duda berusia 36 tahun ini, inisialnya UTG, terbakar amarah. Dua hari setelah putusan, tubuh mantan kekasihnya ia bakar.

***

BANJARMASIN – Penganiayaan itu terjadi di halaman parkir hotel berbintang di kawasan Banjarmasin Timur, Ahad (22/1) sekitar jam tiga dini hari.

Nasyida, 27 tahun, baru kelar bekerja. Temannya sudah menunggu di dalam mobil untuk mengantar pulang.

Warga Jalan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara itu tak menyadari mantan pacarnya telah mengintai. Baru hendak masuk ke dalam mobil, pelaku muncul dari belakang.

“Dia membekap mulut saya,” ujarnya kemarin (23/1) di Rumah Sakit Ulin.

Sembari membekap, UTG mengumpat, “Nah! Ketemu juga akhirnya. Kumatii… kumatii (kuhabisi kamu).”

Ida, sapaan korban, jelas memberontak. Saat itulah pelaku mengambil botol air mineral berisi BBM. “Warnanya biru, entah Pertalite atau Pertamax,” kata Ida.

Ida sempat menangkis dengan tangan kiri. Hingga siraman bahan bakar itu hanya mengenai pakaian sebelah kiri.
Tapi UTG sudah menyalakan mancis. Sontak tubuh korban terbakar. Dan pelaku kabur menghilang.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Selebgram Banjarmasin, Kapolda Janji Cek ke Propam

“Wajah kena. Badan dan dada juga. Untung ada yang lekas membantu memadamkan dan membawa saya ke rumah sakit,” kisahnya sambil meringis.

Bibir Ida tampak melepuh. Luka bakar paling parah di lengannya sudah dibungkus perban.
“Minggu pagi langsung dioperasi. Dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Kata dokter mungkin masih ada operasi lanjutan,” ujarnya.

Ibu satu anak ini mengungkap, ia berpacaran dengan UTG selama sembilan bulan. Tapi Ida tidak tahan karena UTG kasar. Kalau sudah marah, senang main pukul.

“Orangnya temperamen. Justru karena sering memukul itulah saya tidak tahan dan memutusnya,” tambahnya.
Berkali-kali hendak putus, Ida selalu mengurungkan niatnya, sebab UTG kerap mengancam.

“Sudah tak terhitung ancaman hendak dibunuh. Baik melalui telepon, pesan pendek atau ucapan langsung. Saya takut,” ujarnya.

Setelah putusan, UTG kerap meneror Ida. Mencari-cari keberadaannya. “Dia sudah punya rencana untuk mencelakai saya. Sampai mengintai juga. Saya berharap ia dihukum berat,” pintanya.

Baca Juga :  Menantu Durhaka, Istri dan Mertua Sendiri Ditebas dengan Mandau

Selama dua hari dirawat di rumah sakit, tidurnya tak nyenyak. Ia kerap terbayang wajah sang mantan. “Saya trauma. Selalu dibayang-bayangi wajahnya. Takut dia datang lagi,” tutupnya.

Di rumah sakit, Ida ditemani ibu, anak, sepupu dan kawan dekatnya.

“Malam itu saya sudah tak enak hati ketika Ida meminta izin turun bekerja. Saya bilang tidak usah, di rumah saja. Tetapi dia berkeras,” kata Hamidah, 50 tahun, ibu korban.

Hamidah mengetahui tentang hubungan Ida dan UTG. Sebab ia sering menjadi tempat curhat putrinya.

“Pesan saya, kalau mau putus, bicarakan baik-baik. Jangan sampai dia tersinggung,” tuturnya.

Hingga ia mendapat kabar nahas tersebut. “Yang saya khawatirkan terjadi juga. Saya seorang ibu, maka bisa merasakannya. Kan sudah saya larang jangan keluar rumah,” tutupnya.

Kasus ini dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Banjarmasin. Polisi masih memburu keberadaan UTG. “Pelaku masih dilidik, identitasnya sudah kami kantongi,” kata Kasat Reskrim Kompol Thomas Afrian. (lan/gr/fud)

Trending

Haul Guru Sekumpul

Dapatkan update terkini berita tentang Haul ke-18 Guru Sekumpul tahun 2023

Berita Terbaru