alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 8 October 2022

Lampu Sorot Jembatan Merdeka Raib Digondol Maling

BANJARMASIN – Lampu sorot warna-warni yang dipasang di sisi badan Jembatan Merdeka diketahui hilang. Dugaan sementara, akibat aksi pencurian.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, lampu sorot yang hilang ada sebelas unit. Tersebar di sisi kiri maupun sisi kanan jembatan.

Kepala UPTD Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Lingkungan di Dishub Banjarmasin, Cahyadi, mengatakan, hilangnya lampu sorot itu baru diketahui pada Sabtu (17/9) pekan tadi.

Ia menuturkan, itu bermula saat personel dishub patroli di kawasan Jalan Jendral sudirman, Jumat (16/9) malam. Mereka melihat lampu sorot yang berada di sisi Jembatan Merdeka tidak menyala.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Setelah dicek keesokan harinya, diketahui lampu sorot itu rupanya hilang. Tampak seperti dilepas paksa, lantaran baut dan murnya masih utuh terpasang di sisi jembatan.

Saat pengecekan, personel dishub juga menemukan seutas kabel yang menggantung di badan jembatan.

Diduga, kabel itu digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk bergantung, lalu mengambil lampu-lampu sorot itu.

“Untuk menjangkau titik yang dipasangi lampu, mesti memakai tali yang diikatkan ke badan jembatan, lalu digantungi. Pekerja yang memasang lampu di situ pun, biasanya menggunakan cara itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Kalsel, Baru 20 Perpustakaan Perguruan Tinggi yang Terakreditasi

Cahyadi menyayangkan hilangnya lampu sorot itu. Mengingat pemasangannya tidak hanya memperindah jembatan pada malam hari. Tapi, juga berguna untuk menerangi kolong jembatan pada malam hari. Khususnya, ketika dilintasi moda transportasi sungai.

Ia mengimbau dan berpesan, jika ada yang melihat aktivitas mencurigakan bisa melapokan hal tersebut kepada pihaknya atau kepada pihak berwenang.

“Bisa melalui foto atau video sebagai bukti dan hubungi kami ke nomor 082153059704,” pungkasnya.

Terpisah, kabar hilangnya sejumlah lampu sorot di Jembatan Merdeka itu juga diketahui Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia mengaku sudah meminta dishub untuk memperbaiki.

“Seperti di jembatan-jembatan atau Menara Pandang, supaya gemerlap ketika hari jadi. Nanti akan kami cek lagi, untuk memastikan semuanya menyala,” ujarnya, Rabu (21/9) siang.

Lebih lanjut, Ibnu menyatakan, ia sudah menginstruksikan jajarannya agar melakukan pengawasan. Mengingat kehilangan bagian fasilitas umum atau fasilitas publik itu kerap terjadi.

Misalnya, untuk memasang kamera pengintai atau CCTV di beberapa titik, dan memastikan terpantau dengan baik. Sehingga bila ada aksi pencurian, dapat menjadi barang bukti untuk dilaporkan ke polisi.

Baca Juga :  Generasi Z di Kalsel Sumbang 156.198 Pemilih untuk Pemilu 2024

“Kalau ada bukti CCTV kan mudah bisa ditindaklanjuti. Paling tidak, ada efek jera,” ujarnya.

Selanjutnya, ia meminta warga kota untuk sama-sama menjaga fasilitas yang ada. Menurut Ibnu, sekuat apa pun mengawasi, kalau ada niat jahat untuk merusak atau mengambil, pasti kecolongan juga.

“Paling tidak, masyarakat harus diedukasi. Bahwa fasilitas umum itu ada untuk dinikmati dan dijaga bersama-sama. Bukan soal berapa harganya, tapi dampaknya,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo, mengakui di kawasan hilangnya lampu sorot Jembatan Merdeka tidak ada CCTV. Dan itu, membuat pihaknya tak bisa mendeteksi.

“Keterbatasan kami katena tak punya CCTV untuk memonitor. Jadi seringkali lambat bila datang ke lokasi,” ucapnya.

Lalu, apakah peristiwa kehilangan itu sudah dilaporkan ke aparat yang berwenang? Slamet, mengaku belum melakukannya. “Kalau nilainya tidak seberapa, bikin ribet,” tambahnya.

Disinggung instruksi wali kota agar segera dibenahi, pihaknya mengaku bakal mengupayakannya.

“Kami upayakan. Termasuk soal pengawasan. Di bidang lalu lintas juga sudah memasang CCTV di beberapa tempat. Misalnya, di U-Turn dan di beberapa persimpangan,” tutupnya. (war)

BANJARMASIN – Lampu sorot warna-warni yang dipasang di sisi badan Jembatan Merdeka diketahui hilang. Dugaan sementara, akibat aksi pencurian.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, lampu sorot yang hilang ada sebelas unit. Tersebar di sisi kiri maupun sisi kanan jembatan.

Kepala UPTD Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Lingkungan di Dishub Banjarmasin, Cahyadi, mengatakan, hilangnya lampu sorot itu baru diketahui pada Sabtu (17/9) pekan tadi.

Ia menuturkan, itu bermula saat personel dishub patroli di kawasan Jalan Jendral sudirman, Jumat (16/9) malam. Mereka melihat lampu sorot yang berada di sisi Jembatan Merdeka tidak menyala.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Setelah dicek keesokan harinya, diketahui lampu sorot itu rupanya hilang. Tampak seperti dilepas paksa, lantaran baut dan murnya masih utuh terpasang di sisi jembatan.

Saat pengecekan, personel dishub juga menemukan seutas kabel yang menggantung di badan jembatan.

Diduga, kabel itu digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk bergantung, lalu mengambil lampu-lampu sorot itu.

“Untuk menjangkau titik yang dipasangi lampu, mesti memakai tali yang diikatkan ke badan jembatan, lalu digantungi. Pekerja yang memasang lampu di situ pun, biasanya menggunakan cara itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Generasi Z di Kalsel Sumbang 156.198 Pemilih untuk Pemilu 2024

Cahyadi menyayangkan hilangnya lampu sorot itu. Mengingat pemasangannya tidak hanya memperindah jembatan pada malam hari. Tapi, juga berguna untuk menerangi kolong jembatan pada malam hari. Khususnya, ketika dilintasi moda transportasi sungai.

Ia mengimbau dan berpesan, jika ada yang melihat aktivitas mencurigakan bisa melapokan hal tersebut kepada pihaknya atau kepada pihak berwenang.

“Bisa melalui foto atau video sebagai bukti dan hubungi kami ke nomor 082153059704,” pungkasnya.

Terpisah, kabar hilangnya sejumlah lampu sorot di Jembatan Merdeka itu juga diketahui Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia mengaku sudah meminta dishub untuk memperbaiki.

“Seperti di jembatan-jembatan atau Menara Pandang, supaya gemerlap ketika hari jadi. Nanti akan kami cek lagi, untuk memastikan semuanya menyala,” ujarnya, Rabu (21/9) siang.

Lebih lanjut, Ibnu menyatakan, ia sudah menginstruksikan jajarannya agar melakukan pengawasan. Mengingat kehilangan bagian fasilitas umum atau fasilitas publik itu kerap terjadi.

Misalnya, untuk memasang kamera pengintai atau CCTV di beberapa titik, dan memastikan terpantau dengan baik. Sehingga bila ada aksi pencurian, dapat menjadi barang bukti untuk dilaporkan ke polisi.

Baca Juga :  Tiga Pansus Raperda Dibentuk, Antisipasi Masalah Lingkungan

“Kalau ada bukti CCTV kan mudah bisa ditindaklanjuti. Paling tidak, ada efek jera,” ujarnya.

Selanjutnya, ia meminta warga kota untuk sama-sama menjaga fasilitas yang ada. Menurut Ibnu, sekuat apa pun mengawasi, kalau ada niat jahat untuk merusak atau mengambil, pasti kecolongan juga.

“Paling tidak, masyarakat harus diedukasi. Bahwa fasilitas umum itu ada untuk dinikmati dan dijaga bersama-sama. Bukan soal berapa harganya, tapi dampaknya,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo, mengakui di kawasan hilangnya lampu sorot Jembatan Merdeka tidak ada CCTV. Dan itu, membuat pihaknya tak bisa mendeteksi.

“Keterbatasan kami katena tak punya CCTV untuk memonitor. Jadi seringkali lambat bila datang ke lokasi,” ucapnya.

Lalu, apakah peristiwa kehilangan itu sudah dilaporkan ke aparat yang berwenang? Slamet, mengaku belum melakukannya. “Kalau nilainya tidak seberapa, bikin ribet,” tambahnya.

Disinggung instruksi wali kota agar segera dibenahi, pihaknya mengaku bakal mengupayakannya.

“Kami upayakan. Termasuk soal pengawasan. Di bidang lalu lintas juga sudah memasang CCTV di beberapa tempat. Misalnya, di U-Turn dan di beberapa persimpangan,” tutupnya. (war)

Trending

Berita Terbaru

/