alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Pengunjung Tahura Tenggelam, Sempat Dibawa Petugas ke RS

MARTAPURA – Seorang pengunjung Tahura Sultan Adam, Sabtu (15/1) sore dikabarkan tenggelam di Kolam Belanda, Mandiangin. Para petugas sempat membawa korban bernama Muhammad Zainal tersebut ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Menanggapi hal itu, Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan turut berbelasungkawa dan peduli terhadap korban serta keluarga.

Plt Kadishut Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan, pihaknya juga segera mengurus asuransi Jasaraharja bagi korban. “Saat ini Kepala Tahura dan petugas di lapangan tengah menuju rumah duka sebagai bentuk kepedulian,” katanya.

Selain menguruskan asuransi jasaraharja, pihaknya juga bakal memberikan santunan kepada keluarga korban. “Pastinya musibah ini tidak ada yang menginginkan,” ujar wanita akrab disapa Aya ini.

Dia menyampaikan, Pemrpov Kalsel melalui Dinas Kehutanan turut berduka atas kejadian itu dan mendoakan korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Aya membeberkan kronologis tenggelamnya korban di Kolam Belanda Tahura Sultan Adam tersebut.

Dia menuturkan, pada pukul 13.00 Wita korban yang merupakan warga Murung, Kabupaten Banjar melakukan registrasi untuk berkunjung ke wisata Tahura Sultan Adam.

Lalu kata dia, menurut keterangan teman korban, Sarwani, Zainal mengajaknya mandi di Kolam Belanda. “Pada saat itu ada kurang lebih 20 pengunjung yang juga sedang mandi,” imbuhnya.

Setelahnya, tak lama ketika bercebur ke kolam, tetiba Zainal sudah tak terlihat lagi oleh Sarwani. Sarwani sempat mencari temannya itu ke toilet, namun tidak menemukannya. “Ketika Sarwani kembali ke kolam, ternyata Zainal sudah dibaringkan orang di tepi Kolam Belanda,” timpalnya.

Dijelaskan Aya, petugas Tahura pun langsung melakukan penanganan pertama dan membawa korban ke klinik 623. “Lalu di bawa ke Rumah Sakit Permata Husada,” katanya.

Saat di rumah sakit, ketika dilakukan pengecekan oleh dokter yang bertugas, Zainal sudah tidak bernyawa dan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, Kepala UPT Tahura Sultan Adam, Ainun Jariah menambahkan, agar tak terulang kejadian yang sama, pihaknya akan memperketat pengawasan di lingkungan wisata.

“Bakal kita tambah petugas yang berjaga, serta kami buatkan papan pengumuman dan diimbau langsung menggunakan speker (toa),” tambahnya.

Kata Ainun, bagi pengunjung yang tidak bisa berenang agar tidak terlalu dekat dengan kolam. “Apalagi ikut mandi,” terangnya. (ris)
Baca Juga :  Hutan Pinus Masih Rawan jadi Tempat Mesum
MARTAPURA – Seorang pengunjung Tahura Sultan Adam, Sabtu (15/1) sore dikabarkan tenggelam di Kolam Belanda, Mandiangin. Para petugas sempat membawa korban bernama Muhammad Zainal tersebut ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Menanggapi hal itu, Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan turut berbelasungkawa dan peduli terhadap korban serta keluarga.

Plt Kadishut Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan, pihaknya juga segera mengurus asuransi Jasaraharja bagi korban. “Saat ini Kepala Tahura dan petugas di lapangan tengah menuju rumah duka sebagai bentuk kepedulian,” katanya.

Selain menguruskan asuransi jasaraharja, pihaknya juga bakal memberikan santunan kepada keluarga korban. “Pastinya musibah ini tidak ada yang menginginkan,” ujar wanita akrab disapa Aya ini.

Dia menyampaikan, Pemrpov Kalsel melalui Dinas Kehutanan turut berduka atas kejadian itu dan mendoakan korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Aya membeberkan kronologis tenggelamnya korban di Kolam Belanda Tahura Sultan Adam tersebut.

Dia menuturkan, pada pukul 13.00 Wita korban yang merupakan warga Murung, Kabupaten Banjar melakukan registrasi untuk berkunjung ke wisata Tahura Sultan Adam.

Lalu kata dia, menurut keterangan teman korban, Sarwani, Zainal mengajaknya mandi di Kolam Belanda. “Pada saat itu ada kurang lebih 20 pengunjung yang juga sedang mandi,” imbuhnya.

Setelahnya, tak lama ketika bercebur ke kolam, tetiba Zainal sudah tak terlihat lagi oleh Sarwani. Sarwani sempat mencari temannya itu ke toilet, namun tidak menemukannya. “Ketika Sarwani kembali ke kolam, ternyata Zainal sudah dibaringkan orang di tepi Kolam Belanda,” timpalnya.

Dijelaskan Aya, petugas Tahura pun langsung melakukan penanganan pertama dan membawa korban ke klinik 623. “Lalu di bawa ke Rumah Sakit Permata Husada,” katanya.

Saat di rumah sakit, ketika dilakukan pengecekan oleh dokter yang bertugas, Zainal sudah tidak bernyawa dan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, Kepala UPT Tahura Sultan Adam, Ainun Jariah menambahkan, agar tak terulang kejadian yang sama, pihaknya akan memperketat pengawasan di lingkungan wisata.

“Bakal kita tambah petugas yang berjaga, serta kami buatkan papan pengumuman dan diimbau langsung menggunakan speker (toa),” tambahnya.

Kata Ainun, bagi pengunjung yang tidak bisa berenang agar tidak terlalu dekat dengan kolam. “Apalagi ikut mandi,” terangnya. (ris)
Baca Juga :  Ngopi Gratis di Rest Area Petani
Artikel sebelumnyaSatgas Intai Mafia Tanah di Banua
Artikel berikutnyaTarget Besar Ebot

Most Read

Artikel Terbaru