alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Tertimpa Reruntuhan, Ibu dan Bayi Meninggal Bersamaan

BANJARMASIN – Insiden pedagang ayam yang tertimpa reruntuhan tembok eks Terminal Angkot Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin Tengah, akibat ditabarak mobil ternyata bernama Laila Zahroh Maisaroh.

Berusia 26 tahun yang tinggal di Jalan HKSN Kompleks Herlina Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara. Dalam insiden ini bayi yang ada didalam kandungan juga tak terselamatkan.

“Bayinya meninggal juga bersamaan dengan ibunya. Usia kehamilan 8 bulan, tentu dengan berhentinya detak jantung ibunya, maka akan berhentilah aliran darah kebayinya, dan dalam hitungan menit sibayinya dipastikan meninggal juga,” terang Wandi salah seorang petugas di kamar Pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.

Informasi dihimpun di kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, bahwa korban dimandikan dan dikapankan di lokasi itu dan sebelum diberangkatkan ke Bangkalan Madura untuk dimakamkan ke kampung Halamannya, jasadnya dikabarkan disemayamkan dan disalatkan di rumah orang tuanya di Gang Timor-timor Pekapuran Banjarmasin Tengah, tak jauh dari Pasar Sentra Antasari.

Baca Juga :  Tumpang Tindih Dengan Permukiman, Pasar Batuah Bakal Direvitalisasi

Sementara sang sopir berinisial MS (42) sudah diamankan Polsek Banjarmasin Tengah.

“Sopirnya sudah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan. Begitu juga dengan para saksi,” kata Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Susilo.

Kronologisnya bahwa warga Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, hendak memarkirkan mobilnya, namun tidak sengaja menginjak gas tanpa menginjak kopling.

“Ketika memasukan perseneling, ia langsung meluncur bebas, lalu menabrak pagar parkiran hingga jebol. Reruntuhan itu menimpa korban yang sedang menyusun dagangan ayamnya, korban seketika tewas di lokasi kejadian,” jelas Susilo.(lan)

BANJARMASIN – Insiden pedagang ayam yang tertimpa reruntuhan tembok eks Terminal Angkot Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin Tengah, akibat ditabarak mobil ternyata bernama Laila Zahroh Maisaroh.

Berusia 26 tahun yang tinggal di Jalan HKSN Kompleks Herlina Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara. Dalam insiden ini bayi yang ada didalam kandungan juga tak terselamatkan.

“Bayinya meninggal juga bersamaan dengan ibunya. Usia kehamilan 8 bulan, tentu dengan berhentinya detak jantung ibunya, maka akan berhentilah aliran darah kebayinya, dan dalam hitungan menit sibayinya dipastikan meninggal juga,” terang Wandi salah seorang petugas di kamar Pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.

Informasi dihimpun di kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, bahwa korban dimandikan dan dikapankan di lokasi itu dan sebelum diberangkatkan ke Bangkalan Madura untuk dimakamkan ke kampung Halamannya, jasadnya dikabarkan disemayamkan dan disalatkan di rumah orang tuanya di Gang Timor-timor Pekapuran Banjarmasin Tengah, tak jauh dari Pasar Sentra Antasari.

Baca Juga :  Sebabkan Kematian Ibu dan Janin, Sang Sopir Resmi Jadi Tersangka

Sementara sang sopir berinisial MS (42) sudah diamankan Polsek Banjarmasin Tengah.

“Sopirnya sudah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan. Begitu juga dengan para saksi,” kata Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Susilo.

Kronologisnya bahwa warga Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, hendak memarkirkan mobilnya, namun tidak sengaja menginjak gas tanpa menginjak kopling.

“Ketika memasukan perseneling, ia langsung meluncur bebas, lalu menabrak pagar parkiran hingga jebol. Reruntuhan itu menimpa korban yang sedang menyusun dagangan ayamnya, korban seketika tewas di lokasi kejadian,” jelas Susilo.(lan)

Most Read

Artikel Terbaru