29.1 C
Banjarmasin
Sunday, 2 April 2023

Dieksekusi, Terpidana Korupsi Puskesmas Haur Gading

AMUNTAI – Satu lagi terpidana dalam kasus korupsi pembangunan Puskesmas Haur Gading di Kabupaten Hulu Sungai Utara dieksekusi Tim Pidana Khusus Kejaksaan Hulu Sungai Utara.

Adalah Siti Zulaikha (39) yang merupakan salah satu dari tiga terpidana yang mendapatkan vonis bersalah oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Dia dijatuhi vonis hukuman pidana penjara 1 tahun dan denda Rp50 juta subsidair kurungan 1 bulan.

Hanya jeda sepekan, Sebelum Siti Zulaikha di eksekusi, tim Pidsus Kejaksaan HSU, lebih dulu melaksanakan eksekusi pada terpidana Akhmad Syarmada (41). Sementara satu terpidana lagi, atas nama A.Baihaqi, masih menanti proses eksekusi.

Kasi Pidsus Kejari HSU Fadly Arbi mengatakan, pihaknya memasukkan terpidana Siti Zulaikha ke Lapas Kelas IIB Amuntai. Pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana, sesuai dengan Putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Baca Juga :  Selain Terima Suap, Saksi Sebut Wahid Juga Potong Uang SPPD Pegawai
010-Ramadhan-favehotel-Banjarbaru-Event-Ads

“Terpidana kedua ini (Siti Zulaikha,red) satu dari tiga orang terlibat kasus korupsi pada pembangunan Puskesmas Haur Gading di Dinas Kesehatan Kabupaten HSU tahun anggaran 2019, lalu,” sampai Kasi Pidsus Fadly Arbi, lewat sambungan telepon, Rabu (8/3).

Siti Zulaikha dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dilakukan bersama-sama atau berjamaah.

Kasus korupsi Puskesmas Haur Gading mencuat pada tahun 2020. BPKP Propinsi Kalsel menemukan ada kerugian negara dalam pelaksanaan pembangunan karena ternyata tidak sesuai dengan kontrak. Sehingga terdapat unsur kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar.

Pembangunan Puskesmas Haur Gading dianggarkan pada tahun 2019 sebesar Rp 4,2 miliar. Saat itu yang mendaftar ikut lelang cuma dua perusahaan yakni CV Badali Bersaudara dengan direktur Akhmad Syarmada dan CV Karya Amanah dengan direktur Siti Zulaikha. Belakangan diketahui kedua perusahaan itu memiliki alamat yang sama dan direkturnya mempunyai hubungan sebagai suami isteri. (mar/ij/ran)

Baca Juga :  Pak Djum Menyerahkan Diri

Anggota DPRD HST Jadi Makelar Proyek

Seorang anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berperan sebagai makelar proyek.

Temui Kami di Medsos:

Terpopuler

Berita Terbaru