31.1 C
Banjarmasin
Monday, 20 March 2023

Tersangka Ketiga Korupsi Bendungan Tapin Akhirnya Ditahan

BANJARMASIN – Menyusul dua tersangka yang ditahan pada 25 Januari lalu, Kejaksaan Tinggi Kalsel akhirnya menahan H, kemarin (8/2).

Warga Desa Baramban Kecamatan Piani Kabupaten Tapin itu tersangka kasus korupsi pembebasan lahan Bendungan Tapin.

Sama seperti tersangka S dan AR, H dijebloskan ke Lapas Teluk Dalam, Banjarmasin.
Adpidsus Kejati Kalsel, Dwianto Prihartono mengatakan, H akan ditahan selama 20 hari untuk proses penyidikan.

“Sesuai usulan penyidik, kami lakukan upaya paksa penahanan di Lapas Banjarmasin,” ujarnya.

010-Ramadhan-favehotel-Banjarbaru-Event-Ads

Soal peran, AR adalah ASN yang terlibat dalam panitia pengadaan lahan. Sementara S adalah kepala desa atau pembakal.

Ketiganya ditetapkan tersangka sejak 31 Agustus 2022. Mereka dijerat pasal berlapis. Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Pengacara Sebut Fee Proyek Sudah Diamanahi Wahid

Kasus ini bergulir setelah Tim Pemberantasan Mafia Tanah menemukan indikasi penyelewengan dana pembebasan lahan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Bendungan Tapin merupakan proyek tahun jamak 2015-2020. Nilainya hampir Rp1 triliun. Diresmikan Presiden Joko Widodo pada Februari 2021.

Dalam kasus ini, Kejati telah memeriksa 20 saksi. Dari pemilik tanah, kepala desa, hingga mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tapin. (mof/gr/fud)

Mangkir, Saksi Dugaan Korupsi Proyek Gedung BBPOM Bakal Dijemput Paksa

Mengungkap dugaan rasuah proyek gedung laboratorium dan pelayanan publik Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin, sebanyak 22 orang sudah diperiksa Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

Temui Kami di Medsos:

Terpopuler

Berita Terbaru