31.1 C
Banjarmasin
Saturday, 25 March 2023

Kasus Korupsi Pengadaan WC Sehat, Terpidana Setorkan Denda 50 Juta

AMUNTAI – Bendahara Kejaksaan Hulu Sungai Utara menerima setoran denda dari Ratna Kumala Handayani Noor. Ia terpidana kasus korupsi pengadaan WC Sehat pada 2019 lalu di Kabupaten HSU.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2022 kemarin, majelis hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin telah menjatuhkan vonis bersalah.

Ratna dihukum penjara satu tahun empat bulan penjara. Dan denda Rp50 juta, jika tak dibayar maka diganti kurungan satu bulan.

Dalam pengadaan itu, peran Ratna sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup HSU.

010-Ramadhan-favehotel-Banjarbaru-Event-Ads

Kepala Kejari HSU, Agustiawan Umar melalui Kasi Pidsus, Fadly Arbi mengatakan, Ratna telah menyetorkan uang denda tersebut sebelum ia ditahan di Lapas Kelas II B Amuntai pada akhir Februari tadi.

Baca Juga :  Terpidana Korupsi RSUD Hadji Boejasin DieksekusiĀ 

Fadly menyatakan, 50 juta rupiah tersebut langsung dimasukkan bendahara kejaksaan ke dalam kas negara.

“Benar ada pembayaran denda dari terpidana tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan WC Sehat tahun 2019,” sebutnya kemarin (5/3).

Terpidana membayarkan dendanya sesuai petikan putusan Pasal 226 jo Pasal 257 KUHAP Mahkamah Agung RI nomor 2321 K/Pid.Sus/2022.

“Terpidana sudah membayar, maka Ratna Kumala Handayani Noor sudah melunasi denda tersebut,” pungkas Fadly. (mar/gr/fud)

Setahun Buron, Tersangka Korupsi Jembatan Timbang Tabalong Diamankan di Bandung

Tim Intelejen Kejagung, Tim Intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan dan Tim Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong berhasil mengamankan Rahman Nuriadin dari pelariannya selama satu tahun pada perkara tindak pidana korupsi jembatan timbang di Tabalong.

Temui Kami di Medsos:

Terpopuler

Berita Terbaru