Syifa lahir dengan kondisi langka. Sistem pencernaannya perlu bantuan selang dan membutuhkan perawatan intensif serta pengobatan jangka panjang.
****
Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, hidup Riduan dan Mirna berjalan dengan ritme yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Jika dulu hari-hari sepasang suami istri itu akrab dengan suara mesin bengkel dan lalu-lalang pelanggan, kini dering telepon rumah sakit serta tangisan bayi mungil lebih sering memecah keheningan.
Sudah tiga bulan terakhir, kehidupan keluarga kecil itu berputar pada satu poros: perjuangan menyelamatkan sang buah hati.
Saat disambangi Radar Banjarmasin, Kamis (18/12), Riduan mengisahkan, saat usia kehamilan istrinya delapan bulan, dokter mulai menemukan tanda-tanda yang tak biasa. “Waktu itu dokter sudah bilang ada kemungkinan terburuk. Kami diminta bersiap,” ujarnya pelan.
Antara percaya dan tidak, Riduan dan Mirna memilih menggenggam harapan. Mereka yakin, tak ada yang benar-benar pasti sebelum sang bayi lahir. Namun harapan itu runtuh seketika ketika bayi mereka harus dirujuk ke Rumah Sakit Ulin. Dugaan dokter terbukti.
Putri kecil mereka, Syifa Amira, lahir dengan kondisi langka—tidak memiliki saluran pencernaan sebagaimana mestinya—dan membutuhkan perawatan intensif serta pengobatan jangka panjang. "Usus untuk makanan tidak sampai ke lambung, jadi harus pakai selang," kata Riduan.
Bulan-bulan awal masih bisa dilalui dengan tabungan yang sejak kehamilan telah disiapkan. Namun waktu berjalan, biaya pengobatan terus mengalir, sementara isi tabungan semakin menipis. “Sebulan pertama masih bisa. Bulan-bulan selanjutnya itu sambil jalan sambil mikir,” kata Riduan.
Riduan bukan hanya ayah dari satu anak. Ia memiliki tiga anak. Anak sulungnya duduk di bangku SMP, satu lagi masih TK, dan Syifa—si bungsu—yang kini berjuang melawan sakit. Demi fokus mengurus pengobatan, dua anak lainnya kerap dititipkan ke bibi atau nenek mereka. “Yang penting kami bisa antar-jemput anak ke rumah sakit,” ujarnya pasrah.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief