MARTAPURA – Mentari pagi menyinari halaman Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kabupaten Banjar, Jumat (6/6/2025).
Di bawah langit cerah dan semilir angin, ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berdiri berjajar rapi di atas permadani dan sajadah.
Gema takbir menggema dari lapangan hijau, mengiringi langkah mereka menuju pengampunan dan harapan.
Mereka mengenakan pakaian putih bersih, sebagian bersarung, sebagian berpeci.
Tidak ada dinding pemisah, tidak ada status—semuanya larut dalam kekhusyukan Salat Idul Adha 1446 Hijriah.
Dari balik tembok tinggi dan pagar kawat, terasa nuansa kebebasan spiritual yang melampaui batas fisik.
Suasana lapangan penuh rasa khidmat. Beberapa WBP tampak meneteskan air mata saat melantunkan doa bersama.
Di sudut lain, petugas berjaga dalam tenang, sembari turut mengikuti prosesi ibadah dari kejauhan.
Momen salat Id ini menjadi oase rohani di tengah rutinitas pembinaan. Sebuah pengingat bahwa meski terkurung jeruji, pintu taubat dan pengampunan Allah SWT selalu terbuka lebar.
“Mari kita renungkan sabda Rasulullah SAW, ada tiga hal yang jika terkumpul dalam diri seseorang, maka ia telah menghimpun keimanan,” seru H Badarudin, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Idul Adha di lapangan Lapas Narkotika Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Pertama, jelas Badarudin ialah orang yang mampu mengendalikan diri. Kedua, mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Dan ketiga, adalah orang yang tetap bersedekah meskipun dalam keadaan sempit,” tukas Badarudin.
Ia juga mengajak jamaah merenungi makna pengorbanan, keikhlasan, dan manfaat hidup dalam keterbatasan.
Ia juga menekankan bahwa berkurban adalah bentuk keikhlasan dan ketakwaan yang akan dibalas Allah SWT dengan pahala besar.
“Dan yang pang utama adalah menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan,” kata Badarudin.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Edi Mulyono tampak duduk bersila di barisan depan bersama para petugas dan warga binaan.
Tidak ada sekat jabatan, yang ada adalah ikatan iman dan rasa kebersamaan.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, saling peduli, dan mempererat persaudaraan,” ucapnya usai salat.
Editor : Fauzan Ridhani