Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ritual Aruh Pisit Padi Warga Dayak Meratus di HST, Begini Rangkaian Tradisinya

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 18 Juli 2024 | 10:51 WIB

 

ARUH: Proses aruh Pisit Padi di Balai Adat Diwata Datu Galung, Desa Hinas Kiri. (Foto: Ardi untuk Radar Banjarmasin)
ARUH: Proses aruh Pisit Padi di Balai Adat Diwata Datu Galung, Desa Hinas Kiri. (Foto: Ardi untuk Radar Banjarmasin)

Warga di Pegunungan Meratus menggelar ritual adat aruh Pisit Padi di Balai Adat Diwata Datu Galung, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST). Seperti apa ritualnya?

       *******
Terlihat sesaji atau piduduk seperti ketan, kelapa, hasil alam, dan janur diletakkan di lantai Balai Adat Diwata Datu Galung. Ada juga bambu yang dianyam sebagai tempat peletakan sesaji.

Dalam proses ritual, para warga akan menari mengelilingi sesaji. Diiringi tabuhan gendang atau biasa disebut Batandik. Tokoh adat atau orang yang dituakan membacakan doa dalam bahasa Balian. "Doa-doa dipanjatkan memohon agar musim tanam selanjutnya lebih baik," tambahnya.

Aruh ini ditandai dengan penyimpanan padi atau beras hasil panen ke dalam lumbung yang disebut Lulung.

Aruh Pisit Padi disebut juga sebagai aruh penutup dari siklus bercocok tanam masyarakat Dayak di sana, sekaligus menghadapi musim tanam berikutnya.

Warga setempat, Ardi mengatakan aruh tersebut menjadi tradisi tahunan yang wajib dilakukan masyarakat di Pegunungan Meratus. "Aruh ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah diberikan rezeki dan kesehatan," ujarnya, Rabu (17/7).

Aruh ini dilakukan setiap bulan Juli. Waktunya 1 hari 2 malam. Di Desa Hinas Kiri, aruh ini telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Juli 2024.

Misal hari pertama pada Sabtu malam, aruh dilaksanakan di rumah warga masing-masing. Semacam open house ketika Lebaran.

Selanjutnya pada Minggu malam, aruh dilaksanakan di balai adat diikuti jumlah umbun (kepala keluarga) yang telah melaksanakan aruh sebelumnya di rumah. "Hari pertama itu pamali, tubuh manusia yang melaksanakan aruh atau umbun. Hari kedua pamali yang melaksanakan aruh di Lulung (kindai/lumbung padi)," ungkapnya.

Dalam kepercayaan masyarakat Dayak Meratus, semua aktivitas yang mereka lakukan terhubung dengan Tuhan dan roh para leluhur.

Tanaman padi adalah contoh ciptaan yang suci. Jadi, dalam proses menanamnya perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh melalui ritual adat yang disebut aruh.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Budaya #Meratus #Adat #Hulu Sungai Utara #Dayak