Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Ahmad Raihan, Pecatur Asal HSU Satu-satunya Peraih Gelar AIM di Kalsel

M Akbar • Jumat, 15 Maret 2024 | 09:07 WIB

PRESTASI: AIM Ahmad Raihan (kanan) pecatur senior Provinsi Kalsel asal Kalsel yang menyandang Master Internasional.
PRESTASI: AIM Ahmad Raihan (kanan) pecatur senior Provinsi Kalsel asal Kalsel yang menyandang Master Internasional.
Ahmad Raihan merupakan ASN di Kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU. Ia meraih gelar Arena International Master (AIM), menjadi yang pertama dan satu-satunya di Kalimantan Selatan.

     ****
Ahmad Raihan Hasa dikenal sebagai raja catur. Namanya sudah tersohor mulai kabupaten, provinsi, nasional hingga Internasional.

Baru-baru ini pecatur senior Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini telah meraih pengakuan dunia internasional di bidang catur, dengan mengantongi gelar Arena International Master (AIM).

Ahmad Raihan pada wartawan Radar Banjarmasin Kamis (14/3) menjelaskan, gelar AIM yang disabetnya dianugerahkan Federation Internasionale desEchecs (FIDE) atau Federasi Catur Dunia melalui FIDE Online Arena (chessarena.com).

Pria kelahiran Amuntai, 53 tahun silam ini menambahkan, FIDE Online Arena, satu-satunya platform catur online resmi dari Federasi Catur Dunia yang dikhususkan untuk permainan catur di seluruh penjuru dunia.

Torehan Ahmad Raihan meraih gelar AIM dengan bermain di dunia virtual ini merupakan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Hulu Sungai Utara dan juga pencinta olahraga catur Banua.

“Meski saya tinggal puluhan kilometer dari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, namun tidak menyurutkan saya sebagai putra daerah HSU, mengharumkan nama daerah di tingkat Internasional. Begitupun Kalsel tercinta ini,” ujar Raihan yang sudah berlomba catur sejak tahun 1986 itu.

Bahkan lanjutnya, capaian prestasi tingkat dunia ini, tentunya menjadi sejarah baru bagi pecatur HSU dan Kalsel yang mampu bersaing dan berkiprah di tingkat internasional. “Senang dan bersyukur dapat meraih gelar AIM, karena untuk mendapatkan dan meraih gelar tersebut tidaklah mudah,” jawabnya.

Dimana terangnya, ada proses yang harus dilalui, baik dari segi biaya pendaftaran maupun persiapan dan latihan yang begitu intensif. Sebab sambungannya, berlomba di arenachess.com lawan yang dihadapi sangat berat dan diikuti para pecatur bergelar kelas dunia, seperti Candidat Master (CM/ACM), Fide Master (FM/AIM).

Ada juga pecatur Internasional Master (IM/AIM), Grand Master (GM/AGM) dan pecatur kuat non gelar yang mempunyai rating tinggi yang notabene telah lama bermain di percaturan Internasional.

“Selama saya bermain di chessarena.com banyak pengalaman yang didapat, berbagai opening catur dengan variasi terbaru serta penyelesaian babak akhir yang sangat taktis telah diperagakan oleh pemain bergelar master dari berbagai negara,” jawabnya lagi.

Disamping itu jelasnya, untuk mendapatkan gelar ada standar Elo Rating dan jumlah permainan yang harus dimainkan yang ditetapkan oleh FIDE.

Gelarpun diberikan sesuai dengan standar rating, bermula dari ACM, AFM, AIM dan AGM. "Bahkan, saya bisa belajar, memahami dan mengamati serta menganalisis berbagai teknik permainan babak tengah (Middle Game,red) yang sangat dinamis dari pecatur elite dunia dalam menuju permainan akhir yang menjanjikan," katanya.

Baik itu terangnya, kategori Catur Kilat (Bullet), Catur Cepat (Blitz) dan Catur Standar (Rapid). “Selaku pemegang Gelar Pelatih Nasional (PN), Fide Instructor (FI) dan Wasit Nasional (WN) cabang olahraga catur di HSU, saya bertekad akan mengejar gelar AGM (Arena Grand Master),” terang Raihan di Sekretariat Percasi Kabupaten HSU yang tak lain kediamannya.

Sebelumnya, Raihan panggilan akrabnya telah mengantongi gelar Master Nasional (MN ) tahun 1997 dari Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB. Percasi ), dan gelar ACM serta AFM oleh FIDE Presiden Arkady Dvorkovich pada Arena FIDE Online Catur Dunia.

"Kebahagiaan ini rasanya tidak bisa saya lukiskan, mengingat kurang lebih 26 tahun (1997-2023) saya memegang gelar Master Nasional. Kini gelar Arena International Master telah saya dapatkan,” ungkapnya.

Raihan mengaku keberhasilannya dalam meraih gelar AIM tidak lepas dari dukungan dan support yang diberikan pemerintah daerah, Disporapar, Pengcab Percasi, KONI serta Kemenag Kabupaten HSU. “Keberhasilan saya dalam meraih gelar, tentunya tidak lepas dari dukungan dan doa dari semua pihak ,” terang Raihan yang juga ASN Kantor Kemenag HSU. (*)

Editor : Arief
#Prestasi #Inspirasi #Catur #Hulu Sungai Utara