Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Silakan Warga Mengunjungi, KRI Dewaruci dan KRI Makassar-590 Bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 16 November 2023 | 01:28 WIB


KAPAL LEGENDARIS: Selama tiga hari KRI Dewaruci dan KRI Makassar-590 bersandar di Pelabuhan Trisakti.
KAPAL LEGENDARIS: Selama tiga hari KRI Dewaruci dan KRI Makassar-590 bersandar di Pelabuhan Trisakti.

Dua unit kapal perang, KRI Dewaruci dan KRI Makassar-590 bersandar di dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sejak kemarin (15/11). Membawa taruna-taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat II angkatan ke-71 yang sedang mengikuti program Jalasesya.

****

Sejumlah pelajar sudah berada di Pelabuhan Trisakti sejak pagi. Mereka diundang menyambut kedatangan KRI Dewaruci. KRI Makassar duluan sandar pada pagi hari. Sedangkan KRI Dewaruci baru datang siang harinya.

Begitu mendekati pelabuhan, para pelajar mengabadikan dengan gawainya masing-masing. Itu juga dilakukan para tamu lainnya.

Di kapal legendaris itu, terlihat taruna dan taruni ALL berdiri dengan berbagai posisi. Ada yang di atas kapal, hingga di rangka layar. Suara riuh langsung terdengar ketika badan kapal berhasil merapatkan posisinya di dermaga.

Danlanal Kolonel Laut (P) Agus Setyawan langsung menyambut dengan mengalungkan untaian melati ke Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto dan salah satu perwakilan taruna. Sebanyak 190 taruna-taruni akan mendatangi sekolah-sekolah di Banua untuk mempromosikan rekrutmen taruna AAL. Selama tiga hari di Banjarmasin, dua kapal tersebut melaksanakan open ship. "Bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke KRI ini bisa datang ke Pelabuhan Trisakti. Dibuka untuk umum untuk menikmati kapal legendaris Indonesia itu," seru Agus. "Dipersilakan untuk bisa melihat lebih dekat sampai matahari tenggelam," sambungnya.

Tiga hari di Banjarmasin, berbagai kegiatan akan dilakukan. Dari bakti sosial bersih-bersih sungai dan masjid, serta mengunjungi situs-situs sejarah di Kalsel. "Bersih-bersih sungainya di sekitaran sungai Martapura, dekat Masjid Sabilal Muhtadin, dan berziarah ke makam pejuang H Hasan Basry," ungkap danlanal.

Ketika mendatangi sekolah SMA, taruna-taruni akan mengenalkan tentang AAL. Ini dilakukan demi menarik simpati generasi muda untuk mau bergabung menjadi TNI AL. "Sejauh ini animo di Kalsel cukup baik. Tahun ini, di Kalsel ada 2 calon AAL," ungkapnya.

Sekilas informasi, kapal yang dibuat di Jerman pada 1953 itu dijuluki sebagai Sang Legenda. Ini satu-satunya kapal tipe Barquentine di dunia.

Di kapal tersebut, terdapat 3 tiang utama KRI Dewaruci. Masing-masing diberi nama Bima, Arjuna, dan Yudhistira. Selain itu, tiang-tiang itu dihiasi ukiran dan kata-kata berbahasa Jerman.
Sang Saka Merah Putih berukuran besar berkibar di bagian belakang kapal. Begitu pula bendera dari berbagai negara yang menghiasi bentangan layarnya.

KRI Dewaruci merupakan kapal latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) yang berbasis di Surabaya. Setiap tahun, kadet AAL berlayar menaiki KRI Dewaruci ke berbagai belahan dunia untuk berlatih pelayaran bintang, atau disebut Kartika Jala Krida. Tidak heran KRI Dewaruci menjadi kapal legendaris sebagai rahim untuk melahirkan seluruh perwira TNI AL.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin menyampaikan bahwa kedatangan dua KRI ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalsel. "Kita sambut kedatangan KRI Dewaruci dan KRI Makassar 590 ke Banjarmasin. Selamat datang kepada para taruna AAL. Semoga misinya lancar dan sukses,” ucapnya.

Ini keduakalinya KRI Dewaruci datang ke Banua. “Kita harus bangga, karena Angkatan Laut merupakan kebanggaan dan pioneer masyarakat Indonesia. Tugas mereka yang menjaga kedaulatan di laut, terutama perbatasan," ujar Paman Birin.

Letkol Sugeng mengatakan dari Surabaya, KRI Dewaruci mengangkut 74 ABK, serta 70 taruna-taruni dari Akademi Angkatan Laut. "Kapal ini sudah dua kali berkeliling dunia. Pertama di tahun 1964, yang kedua tahun 2012. Kebetulan dalam perjalan kedua saya ikut," ujar Sugeng.

Setelah sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, KRI Dewaruci akan berlayar kembali menuju Banyuwangi. "Setelah dari Banyuwangi, baru kami kembali lagi ke Surabaya,” tutupnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#alutsista #kapal #kri #tni