Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berbincang dengan Pendiri 10.2: Kafe Segitiga di Tepi Sungai

Arief • Senin, 21 Februari 2022 | 14:15 WIB
UNIK: Kafe 10.2 di Jalan Cemara Ujung dibangun dengan model kabin segitiga. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN
UNIK: Kafe 10.2 di Jalan Cemara Ujung dibangun dengan model kabin segitiga. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN
Penat dan ingin relaksasi sebentar pada jam istirahat kerja? Mampir deh ke 10.2, kafe anyar di Banjarmasin yang tampil dengan bangunan segitiga.

- Oleh: TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin



Kafe ini berada di Jalan Cemara Ujung, Banjarmasin Utara. Dari arah Pasar Cemara, kafe ini berada di sebelah kiri jalan. Persis di tepian Sungai Martapura.

Dari kejauhan, bangunan kafe ini sudah mencuri perhatian karena unik, berbentuk segitiga.

Founder 10.2, Bayu Aditya Rahman mengaku terinspirasi triangle cabin house yang ada di luar negeri. "Sengaja bikin bangunan yang mudah menarik perhatian," ujarnya, kemarin (20/2).

"Dan segitiga adalah geometri yang paling kuat," sambungnya.

Kian asri karena bangunan kayu ini dikelilingi lapangan rumput hijau. Terdapat dua bagian outdoor, yakni depan dan belakang.
Di belakang terdapat kursi-kursi berjejer yang menjorok ke sungai. Sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan jukung dan kelotok yang lalu lalang.

"Konsepnya bersentuhan dengan alam. Tapi mencari yang aksesnya masih mudah dijangkau dari kota. Akhirnya ketemu tempat ini," tuturnya.
Sementara di indoor, ada bar, dapur dan juga kursi pengunjung.

Photo
Photo
SELFIE: Bagi anak muda yang senang mengunggah foto dan video di medsos, suasana kafe ini memang keren. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN 

Setidaknya butuh waktu tujuh bulan untuk membangunnya. Hingga 10.2 dibuka pada Oktober lalu.

Lalu mengapa diberi nama 10.2? Ternyata ini angka sandi yang menjadi nama grup pertemanan Bayu bersama 11 sahabatnya sejak lama.
Sekelompok pemuda dengan passion yang sama. Pecinta alam, doyan kemping, vespaan, juga bersepeda. Empat di antaranya memutuskan membangun usaha bareng. Terbentuklah kafe ini.

"Kami sama-sama hobi makan, lagi pula kami tak punya markas, jadi kami berkumpul di sini," tutur Bayu.

Membangun usaha F&B (food and beverages) di tengah pandemi merupakan keputusan nekad. Tapi kafe ini bertahan berkat media sosial dan lingkar pertemanan. "Strategi promosinya mengandalkan circle pertemanan masing-masing," ujarnya.

Lalu mengandalkan menu-menu ringan yang tak asing lagi di kalangan anak muda. Seperti nasi goreng, rice bowl, mi goreng, mi godok, tahu bakso, tempe mendoan.

Juga minuman-minuman olahan kopi maupun non kopi. "Nasi goreng kambing menjadi ciri khas kami," sebutnya.

Soal harga, jangan keburu khawatir. Bayu mengklaim harga yang ramah di kantong. "Karena segmentasi kami family, gen-X dan Y," ucapnya.

Uniknya, setiap hari kafe ini menyediakan menu sarapan yang "Banjar banar". Yakni bubur ayam Banjar setiap Senin-Kamis dan ketupat Kandangan pada hari Jumat-Minggu. Menu-menu ini bisa dipesan sejak pukul 9.00 hingga 14.00 Wita.

Program ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial 10.2 dengan warga sekitar. Karena masakan tersebut merupakan olahan warga asli Cemara.

"Jadi tidak cuma 10.2 yang untung, tetapi warga sini juga merasakannya. Mungkin itu pembeda kami dengan brand lainnya," tegasnya.

Salah seorang pengunjung, Vera tampak sangat menikmati. Menurutnya, 10.2 juga tempat yang asyik untuk bertemu kolega kerja.

"Apalagi yang dari luar kota. Tempat ini nyaman buat meeting atau sekadar nongkrong. Sekalian mengenalkan Banjarmasin yang identik dengan slogannya Kota Seribu Sungai," kata perempuan 25 tahun itu. (at/fud) Editor : Arief
#feature #Kafe dan Restoran