30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 5 February 2023

Berharap Ada Perlindungan dan Jaminan dari Pemerintah Daerah

Semangat, Pengabdian dan Harapan Relawan Kebakaran di Kotabaru

Selama tubuh masih sehat, seorang relawan pemadam kebakaran asal Kotabaru ini berjanji akan mengabdikan diri, sebagaimana sang ayah, pendiri BPK Kampung Sasak.

Oleh: Jumain, Kotabaru

Muhammad Nasih, 34 tahun usianya. Di kalangan relawan di Kotabaru akrab disapa Odon. Darah relawan mengalir dari ayahnya, almarhum H Nanang, pendiri BPK Kampung Sasak yang tutup usia pada 2017 lalu.

Sepeninggal sang ayah, BPK Kampung Sasak sempat vakum dalam berkegiatan, hampir setahun lamanya. Aset BPK pun yang tersisa hanya seragam dan beberapa alat yang nyaris tidak bisa dipakai lagi.

Melihat ini, Odon pun tergerak untuk kembali mengaktifkan BPK Kampung Sasak.
Bermodal semangat dan relasi pertemanan, ia mengajak pemuda di sekitar kampungnya, kumpul-kumpul, untuk sama-sama menghidupkan BPK Kampung Sasak.

Tak lama setelah itu, ada kejadian kebakaran besar di Sungai Bali, Pulau Sebuku pada Sabtu (23/11/19).

Sebagai relawan, hati Odon tersayat, karena saat peristiwa itu belum ada peralatan yang bisa diturunkan untuk membantu pemadaman. Namun, hal itu tidak menghalangi Odon dan relawan Kampung Sasak beraksi.

Baca Juga :  Mobil Wasaka FT ULM Ikut Kontes Nasional, Satu Liter Menempuh 200 Kilometer

Tanpa peralatan, mereka turun ke Pelabuhan Panjang, akses menuju lokasi kebakaran. Di situ mereka membantu rekanan pemadam yang lain, agar mudah aksesnya menuju ke lokasi kebakaran. Mencarikan speedboat untuk menyeberang hingga membantu mengangkat peralatan.

Setelah kejadian tersebut, ia berpikir bagaimana caranya supaya BPK Kampung Sasak ini memiliki mesin untuk pemadaman api.

Alhasil, 25 anggota berkumpul berembuk untuk menyumbangkan. Beberapa juga turut menyumbang warga, namun baru terkumpul dana Rp 1 juta. Bermodal uang tersebut, Odon dan kawan-kawan memberanikan diri untuk membeli mesin pompa air jenis 8 HP seharga Rp3,7 juta. Beruntung, pemilik toko berbaik hati, kekurangan harga boleh dicicil.
Hanya berapa hari setelah itu, kembali ada kejadian kebakaran besar, kali ini di Jalan Patmaraga.

Kali ini, relawan BPK Kampung Sasak benar-benar sudah bisa membantu pemadaman, meskipun semburan air yang dikeluarkan, belum bisa menjangkau titik api yang cukup jauh. “Belum begitu kencang,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Kembali Jatuh, Armada BPK Bakal Dipasangi GPS

Seiring berjalannya waktu dan kepercayaan masyarakat akan kiprah BPK Kampung Sasak. Saat ini sudah ada tiga mesin pomka dan satu mobil ambulance, beserta perlengkapan pemadaman lainnya.

“Alhamdulillah kalau niat kita baik akan selalu ada jalannya. Selalu ada saja orang baik juga membantu,” syukur Odon.

Sekarang, tinggal yang diharapkan Odon, juga aspirasi relawan pemadam di Kotabaru, adalah uluran tangan dari Pemerintah Daerah. Salah satunya dengan memberikan jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja kepada relawan. Harapan ini tidak berlebihan, mengingat sejumlah daerah sudah bisa melakukannya.

“Namanya kami ini selalu berhadapan dengan hal yang berbahaya. Kami sangat berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Jadi kalau kami kenapa-kenapa paling tidak ada BPJS yang bisa membantu kami,” inginnya mengakhiri. (yn/bin)

Selama tubuh masih sehat, seorang relawan pemadam kebakaran asal Kotabaru ini berjanji akan mengabdikan diri, sebagaimana sang ayah, pendiri BPK Kampung Sasak.

Oleh: Jumain, Kotabaru

Muhammad Nasih, 34 tahun usianya. Di kalangan relawan di Kotabaru akrab disapa Odon. Darah relawan mengalir dari ayahnya, almarhum H Nanang, pendiri BPK Kampung Sasak yang tutup usia pada 2017 lalu.

Sepeninggal sang ayah, BPK Kampung Sasak sempat vakum dalam berkegiatan, hampir setahun lamanya. Aset BPK pun yang tersisa hanya seragam dan beberapa alat yang nyaris tidak bisa dipakai lagi.

Melihat ini, Odon pun tergerak untuk kembali mengaktifkan BPK Kampung Sasak.
Bermodal semangat dan relasi pertemanan, ia mengajak pemuda di sekitar kampungnya, kumpul-kumpul, untuk sama-sama menghidupkan BPK Kampung Sasak.

Tak lama setelah itu, ada kejadian kebakaran besar di Sungai Bali, Pulau Sebuku pada Sabtu (23/11/19).

Sebagai relawan, hati Odon tersayat, karena saat peristiwa itu belum ada peralatan yang bisa diturunkan untuk membantu pemadaman. Namun, hal itu tidak menghalangi Odon dan relawan Kampung Sasak beraksi.

Baca Juga :  Jangan Ada Korban Jiwa Lagi, Dinas Damkar Resmi Dibentuk di Banjarmasin

Tanpa peralatan, mereka turun ke Pelabuhan Panjang, akses menuju lokasi kebakaran. Di situ mereka membantu rekanan pemadam yang lain, agar mudah aksesnya menuju ke lokasi kebakaran. Mencarikan speedboat untuk menyeberang hingga membantu mengangkat peralatan.

Setelah kejadian tersebut, ia berpikir bagaimana caranya supaya BPK Kampung Sasak ini memiliki mesin untuk pemadaman api.

Alhasil, 25 anggota berkumpul berembuk untuk menyumbangkan. Beberapa juga turut menyumbang warga, namun baru terkumpul dana Rp 1 juta. Bermodal uang tersebut, Odon dan kawan-kawan memberanikan diri untuk membeli mesin pompa air jenis 8 HP seharga Rp3,7 juta. Beruntung, pemilik toko berbaik hati, kekurangan harga boleh dicicil.
Hanya berapa hari setelah itu, kembali ada kejadian kebakaran besar, kali ini di Jalan Patmaraga.

Kali ini, relawan BPK Kampung Sasak benar-benar sudah bisa membantu pemadaman, meskipun semburan air yang dikeluarkan, belum bisa menjangkau titik api yang cukup jauh. “Belum begitu kencang,” ujarnya.

Baca Juga :  Serunya Perayaan Hari Skateboarding se Dunia di Banjarbaru

Seiring berjalannya waktu dan kepercayaan masyarakat akan kiprah BPK Kampung Sasak. Saat ini sudah ada tiga mesin pomka dan satu mobil ambulance, beserta perlengkapan pemadaman lainnya.

“Alhamdulillah kalau niat kita baik akan selalu ada jalannya. Selalu ada saja orang baik juga membantu,” syukur Odon.

Sekarang, tinggal yang diharapkan Odon, juga aspirasi relawan pemadam di Kotabaru, adalah uluran tangan dari Pemerintah Daerah. Salah satunya dengan memberikan jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja kepada relawan. Harapan ini tidak berlebihan, mengingat sejumlah daerah sudah bisa melakukannya.

“Namanya kami ini selalu berhadapan dengan hal yang berbahaya. Kami sangat berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Jadi kalau kami kenapa-kenapa paling tidak ada BPJS yang bisa membantu kami,” inginnya mengakhiri. (yn/bin)

Trending

Haul Guru Sekumpul

Dapatkan update terkini berita tentang Haul ke-18 Guru Sekumpul tahun 2023

Berita Terbaru