alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 8 October 2022

Dekrashow III di Banjarmasin Tempo Doeloe, Dekatkan Sasirangan ke Anak Muda

Model wanita berparas ayu dan laki-laki gagah berkostum Sasirangan itu melangkah pelan di tengah kerumunan pengunjung. Mengubah malam di kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe menjadi riuh.

Penulis, WAHYU RAMADHAN

Mereka adalah model dari berbagai agensi, juga desainer di Kota Banjarmasin. Minggu (18/9) malam itu, satu per satu mereka menjajal catwalk di Jalan Hasanuddin HM.

Catwalk dibuat sedemikian rupa. Jalanan aspal yang membelah kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe diberi garis putih sepanjang kurang lebih 20 meter. Di atas garis putih itu diletakkan lampu led strip.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Di sanalah, para model wanita berparas ayu dan laki-laki gagah itu melangkah. Mereka juga berpose. Saat bersamaan, kamera dan gawai pengunjung merekam momen tersebut.

Agar mendapatkan momen maksimal, sejumlah pengunjung memanggil-manggil nama model atau sekadar melambaikan tangan ke arah sang model.

Tak ingin kalah dengan aksi peragaan busana yang dibawakan para model dan desainer, pemilik kedai atau pramusaji di kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe juga menjadi model dadakan.

Mereka menjajal catwalk. Mengenakan kostum Sasirangan (kain tradisional khas Banjar), sontak, suasana kawasan semakin riuh.Kawasan Bandarmasih Tempo Doeleo benar-benar laiknya panggung peragaan busana. Namun bernuansa jalanan.

Kegiatan di atas catwalk itu berlangsung selama hampir satu jam. Ditutup dengan penampilan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, bersama sang istri, Siti Wasilah.

Disusul kemudian, Wakil Wali Kota dan Sekdako Banjarmasin. Tentu, masing-masing didampingi istri. Mereka juga melambaikan tangan, dan tersenyum laiknya model.

Baca Juga :  Kisah Muhammad Albar Mencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu

Itulah cuplikan kemeriahan peragaan busana Sasirangan bertajuk Dekrashow III. Penggagasnya adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banjarmasin.

Ini merupakan gelar pembuka menuju Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) VI 2022, yang bakal dihelat pada tanggal 27 hingga 29 September mendatang.

Mengapa acara dilaksanakan di kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe? Ketua Dekranasda Banjarmasin, Siti Wasilah, mengatakan, ini sebagai upaya mendekatkan Sasirangan ke tengah masyarakat.

Khususnya, kepada para anak muda di Banjarmasin. Dia bilang, kawasan ini sangat kental dengan nuansa anak milenial. “Kami ingin mereka bangga mengenakan kain Sasirangan,” harapnya.

Wasilah menjelaskan, dalam Dekrashow III ini, setidaknya ada sepuluh desainer senior dan desainer muda dilibatkan. Ia ingin, Bandarmasih Tempo Doelo menjadi ruang untuk menampilkan hasil karya mereka.

Memeriahkan BSF VI itu, dua desainer nasional juga diundang. Yakni Ria Baraba dan Rudy Chandra.Lantas, apakah ada upaya lain dalam hal pelestarian kain Sasirangan? Wasilah mengatakan, tiap tahun ada banyak gelaran peragaan busana yang diikuti.

Baru-baru ini, pihaknya juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustraian untuk pelatihan desainer. Dengan mendatangkan instruktur atau desainer nasional sebagai pelatih.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah bekerja sama dengan jaringan Kota Pusaka. Saat itu, kami membawa Sasirangan ke Belanda,” tambahnya.Melalui berbagai upaya itu, dekranasda mewadahi desainer untuk menampilkan karya mereka. Sehingga Sasirangan bisa lebih dikenal.

Salah seorang model yang berpartisipasi dalam kegiatan, Maya Lestari, menilai, kegiatan ini cukup membantu pelestarian kain Sasirangan.”Mengingat seiring berjalannya waktu atau di zaman sekarang, secara sadar atau tidak, peminat Sasirangan mulai mengalami penurunan,” tuturnya.

Baca Juga :  Komunitas Fotografer Sport Banua, Karena Fotografer Wedding Sudah Mainstream

Maka, dengan diadakannya dekrashow itu , dia berharap Sasirangan bisa lebih dikenal dan lebih terpromosikan.Tidak hanya apresiasi, perempuan 20 tahun itu juga memberikan masukan terhadap kegiatan. Dia berharap, acara serupa lebih sering digelar. Dan wadah yang disediakan juga lebih banyak.

Kemudian, gaung atau promosinya lebih dimasifkan. Agar dekrashow lebih dikenal di Kalsel. Bukan hanya di Banjarmasin saja.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang pengunjung, Dara Andanti Maulida. Acara tersebut dianggap sangat membantu anak muda untuk lebih mengenal Sasirangan dengan tren masa kini.

“Kami yang muda bisa melihat Sasirangan dengan berbagai desain keren. Pastinya, ini menambah ketertarikan kami,” cetusnya. Di sisi lain, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menekankan, tiap sudut kota ini adalah ruang seni budaya, ruang ekspresi dan ruang kreatifitas. Ia mempersilakannya untuk dimaksimalkan.

“Bukan hanya Kota Lama (Bandarmasih Tempo Doeloe, red). Di mana pun, yang mungkin ada spot-spot bagus, yang jadul atau modern, yang minimalis atau yang urban, silakan,” ucapnya.

Melihat Dekrashow III, ia sangat mengapresi. Bagaimana tidak, para pengunjung menurutnya tampak sangat menikmati. Tidak ada yang merasa terganggu. Bahkan pemilik kedai juga berpartisipasi.

“Mereka tampil dengan gaya masing-masing. Mau baju, jaket, kain syal dan lain-lain. Dengan tujuan dan harapan yang sama, agar kita semakin cinta dengan Sasirangan,” pungkasnya. (war)

Model wanita berparas ayu dan laki-laki gagah berkostum Sasirangan itu melangkah pelan di tengah kerumunan pengunjung. Mengubah malam di kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe menjadi riuh.

Penulis, WAHYU RAMADHAN

Mereka adalah model dari berbagai agensi, juga desainer di Kota Banjarmasin. Minggu (18/9) malam itu, satu per satu mereka menjajal catwalk di Jalan Hasanuddin HM.

Catwalk dibuat sedemikian rupa. Jalanan aspal yang membelah kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe diberi garis putih sepanjang kurang lebih 20 meter. Di atas garis putih itu diletakkan lampu led strip.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Di sanalah, para model wanita berparas ayu dan laki-laki gagah itu melangkah. Mereka juga berpose. Saat bersamaan, kamera dan gawai pengunjung merekam momen tersebut.

Agar mendapatkan momen maksimal, sejumlah pengunjung memanggil-manggil nama model atau sekadar melambaikan tangan ke arah sang model.

Tak ingin kalah dengan aksi peragaan busana yang dibawakan para model dan desainer, pemilik kedai atau pramusaji di kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe juga menjadi model dadakan.

Mereka menjajal catwalk. Mengenakan kostum Sasirangan (kain tradisional khas Banjar), sontak, suasana kawasan semakin riuh.Kawasan Bandarmasih Tempo Doeleo benar-benar laiknya panggung peragaan busana. Namun bernuansa jalanan.

Kegiatan di atas catwalk itu berlangsung selama hampir satu jam. Ditutup dengan penampilan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, bersama sang istri, Siti Wasilah.

Disusul kemudian, Wakil Wali Kota dan Sekdako Banjarmasin. Tentu, masing-masing didampingi istri. Mereka juga melambaikan tangan, dan tersenyum laiknya model.

Baca Juga :  Hasan Basry, Jenderal Kanan Penghalau Komunis di Kalsel

Itulah cuplikan kemeriahan peragaan busana Sasirangan bertajuk Dekrashow III. Penggagasnya adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banjarmasin.

Ini merupakan gelar pembuka menuju Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) VI 2022, yang bakal dihelat pada tanggal 27 hingga 29 September mendatang.

Mengapa acara dilaksanakan di kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe? Ketua Dekranasda Banjarmasin, Siti Wasilah, mengatakan, ini sebagai upaya mendekatkan Sasirangan ke tengah masyarakat.

Khususnya, kepada para anak muda di Banjarmasin. Dia bilang, kawasan ini sangat kental dengan nuansa anak milenial. “Kami ingin mereka bangga mengenakan kain Sasirangan,” harapnya.

Wasilah menjelaskan, dalam Dekrashow III ini, setidaknya ada sepuluh desainer senior dan desainer muda dilibatkan. Ia ingin, Bandarmasih Tempo Doelo menjadi ruang untuk menampilkan hasil karya mereka.

Memeriahkan BSF VI itu, dua desainer nasional juga diundang. Yakni Ria Baraba dan Rudy Chandra.Lantas, apakah ada upaya lain dalam hal pelestarian kain Sasirangan? Wasilah mengatakan, tiap tahun ada banyak gelaran peragaan busana yang diikuti.

Baru-baru ini, pihaknya juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustraian untuk pelatihan desainer. Dengan mendatangkan instruktur atau desainer nasional sebagai pelatih.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah bekerja sama dengan jaringan Kota Pusaka. Saat itu, kami membawa Sasirangan ke Belanda,” tambahnya.Melalui berbagai upaya itu, dekranasda mewadahi desainer untuk menampilkan karya mereka. Sehingga Sasirangan bisa lebih dikenal.

Salah seorang model yang berpartisipasi dalam kegiatan, Maya Lestari, menilai, kegiatan ini cukup membantu pelestarian kain Sasirangan.”Mengingat seiring berjalannya waktu atau di zaman sekarang, secara sadar atau tidak, peminat Sasirangan mulai mengalami penurunan,” tuturnya.

Baca Juga :  Komunitas Fotografer Sport Banua, Karena Fotografer Wedding Sudah Mainstream

Maka, dengan diadakannya dekrashow itu , dia berharap Sasirangan bisa lebih dikenal dan lebih terpromosikan.Tidak hanya apresiasi, perempuan 20 tahun itu juga memberikan masukan terhadap kegiatan. Dia berharap, acara serupa lebih sering digelar. Dan wadah yang disediakan juga lebih banyak.

Kemudian, gaung atau promosinya lebih dimasifkan. Agar dekrashow lebih dikenal di Kalsel. Bukan hanya di Banjarmasin saja.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang pengunjung, Dara Andanti Maulida. Acara tersebut dianggap sangat membantu anak muda untuk lebih mengenal Sasirangan dengan tren masa kini.

“Kami yang muda bisa melihat Sasirangan dengan berbagai desain keren. Pastinya, ini menambah ketertarikan kami,” cetusnya. Di sisi lain, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menekankan, tiap sudut kota ini adalah ruang seni budaya, ruang ekspresi dan ruang kreatifitas. Ia mempersilakannya untuk dimaksimalkan.

“Bukan hanya Kota Lama (Bandarmasih Tempo Doeloe, red). Di mana pun, yang mungkin ada spot-spot bagus, yang jadul atau modern, yang minimalis atau yang urban, silakan,” ucapnya.

Melihat Dekrashow III, ia sangat mengapresi. Bagaimana tidak, para pengunjung menurutnya tampak sangat menikmati. Tidak ada yang merasa terganggu. Bahkan pemilik kedai juga berpartisipasi.

“Mereka tampil dengan gaya masing-masing. Mau baju, jaket, kain syal dan lain-lain. Dengan tujuan dan harapan yang sama, agar kita semakin cinta dengan Sasirangan,” pungkasnya. (war)

Trending

Berita Terbaru

/