alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 8 October 2022

Gaet Anak Muda Lestarikan Musik Daerah

Mengenal Banjar Bakula Enterprise, Komunitas Musik Tradisional di Banua

Banjar Bakula Enterprise. Ya itulah nama komunitas yang sudah lahir nyaris 12 tahun silam ini. Namun baru di tahun 2013, komunitas ini akhirnya muncul ke publik lewat sebuah pementasan.

Ketua Banjar Bakula Enterprise, M Budi Zakia Sani menceritakan soal latarbelakang komunitas ini. Diurainya, bahwa hal ini tak lepas dari masa-masa dirinya menempuh studi S1 pendidikan seni di Sendratasik FKIP ULM.

Saat itu kata Zaki -panggilan akrabnya-, ia bersama sejumlah rekan yang satu visi berniat untuk membuat pergerakan. Tujuannya yakni seputar upaya pelestarian musik daerah, dalam hal ini musik Banjar.

“Jadi bareng rekan-rekan, kita punya keinginan untuk mengembangkan musik banjar namun dengan semangat anak muda. Akhirnya disepakati dibentuklah komunitas ini,” kata Zaki.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Zaki yang kini sedang menempuh studi S3 Pendidikan Seni di Universitas Negeri Semarang ini mengatakan kalau pihaknya menilai jika musik Banjar saat itu masih sangat perlu dikembangkan. Terutama dalam perspektif anak muda.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Sirionity South Borneo

“Kita di awal itu mulanya berjumlah 10 orang. Kalau sekarang Alhamdulillah ada mungkin sekitar 30 orang, rata-rata masih anak muda. Kita juga ada beberapa orang pembina,” tambahnya.

Lantas apa yang jadi program atau kegiatan Banjar Bakula Enterprise? Menurut Zaki, target mereka cukup sederhana, namun upayanya memang perlu pengorbanan yang luar biasa.

Yang mana mereka fokus pada perkembangan musik daerah. Termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan kesenian dan kebudayaan banjar.

“Cuman karena dari awal kita memang berawal dari musik, kita lebih banyak fokusnya bergerak di bidang musik dan pertunjukkan kesenian banjar dengan semangat anak muda tadi,” serunya.

Dalam upaya menjaga eksistensi sekaligus melestarikan musik Banjar. Selain aktif tampil di pentas-pentas kesenian, Banjar Bakula Enterprise ujar Zaki pernah menggelar tur yang cukup berkesan.

Baca Juga :  Awalnya Dibentuk Empat Orang, Rutin Gelar Penanaman Pohon

“Kami pernah membuat tur musik yang mana tujuan atau lokasinya adalah ke desa-desa yang jauh dan terpencil. Selain desa, kita juga tur sekolah-sekolah terpencil juga,” ingatnya.

Pihaknya sendiri katanya berharap agar kesenian asli daerah tak terkecuali musik banjar bisa terus eksis bahkan berkembang.

“Inilah alasan kami mengapa semangatnya harus anak muda, karena untuk generasi ke depannya, agar musik asli daerah kita ini bisa terus dikenal bahkan dipelajari dan dikembangkan ke depannya,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Banjar Bakula Enterprise. Ya itulah nama komunitas yang sudah lahir nyaris 12 tahun silam ini. Namun baru di tahun 2013, komunitas ini akhirnya muncul ke publik lewat sebuah pementasan.

Ketua Banjar Bakula Enterprise, M Budi Zakia Sani menceritakan soal latarbelakang komunitas ini. Diurainya, bahwa hal ini tak lepas dari masa-masa dirinya menempuh studi S1 pendidikan seni di Sendratasik FKIP ULM.

Saat itu kata Zaki -panggilan akrabnya-, ia bersama sejumlah rekan yang satu visi berniat untuk membuat pergerakan. Tujuannya yakni seputar upaya pelestarian musik daerah, dalam hal ini musik Banjar.

“Jadi bareng rekan-rekan, kita punya keinginan untuk mengembangkan musik banjar namun dengan semangat anak muda. Akhirnya disepakati dibentuklah komunitas ini,” kata Zaki.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

Zaki yang kini sedang menempuh studi S3 Pendidikan Seni di Universitas Negeri Semarang ini mengatakan kalau pihaknya menilai jika musik Banjar saat itu masih sangat perlu dikembangkan. Terutama dalam perspektif anak muda.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Sirionity South Borneo

“Kita di awal itu mulanya berjumlah 10 orang. Kalau sekarang Alhamdulillah ada mungkin sekitar 30 orang, rata-rata masih anak muda. Kita juga ada beberapa orang pembina,” tambahnya.

Lantas apa yang jadi program atau kegiatan Banjar Bakula Enterprise? Menurut Zaki, target mereka cukup sederhana, namun upayanya memang perlu pengorbanan yang luar biasa.

Yang mana mereka fokus pada perkembangan musik daerah. Termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan kesenian dan kebudayaan banjar.

“Cuman karena dari awal kita memang berawal dari musik, kita lebih banyak fokusnya bergerak di bidang musik dan pertunjukkan kesenian banjar dengan semangat anak muda tadi,” serunya.

Dalam upaya menjaga eksistensi sekaligus melestarikan musik Banjar. Selain aktif tampil di pentas-pentas kesenian, Banjar Bakula Enterprise ujar Zaki pernah menggelar tur yang cukup berkesan.

Baca Juga :  Awalnya Dibentuk Empat Orang, Rutin Gelar Penanaman Pohon

“Kami pernah membuat tur musik yang mana tujuan atau lokasinya adalah ke desa-desa yang jauh dan terpencil. Selain desa, kita juga tur sekolah-sekolah terpencil juga,” ingatnya.

Pihaknya sendiri katanya berharap agar kesenian asli daerah tak terkecuali musik banjar bisa terus eksis bahkan berkembang.

“Inilah alasan kami mengapa semangatnya harus anak muda, karena untuk generasi ke depannya, agar musik asli daerah kita ini bisa terus dikenal bahkan dipelajari dan dikembangkan ke depannya,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Trending

Berita Terbaru

/