Kepala Desa Suato Tatakan, M Fahmi Sadikin, mengatakan festival ini bertujuan untuk membudayakan kegiatan ibu-ibu, sekaligus menggerakkan perekonomian dan kreativitas mereka. “Jadi Wadai-Kue yang dihidangkan ada 6000 buah, masing-masing RT ada 500 buah,” katanya.
Festival ini juga dilombakan untuk memperebutkan piala Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapin. Para peserta menampilkan wadai dan kue yang unik, lezat, dan menarik. Beberapa contoh wadai dan kue yang disajikan adalah apam, bingka, cucur, dodol, klepon, lapis, putu mayang, serabi, talam, dan wajik.
Camat Tapin Selatan, Reza Al-Ghifari, menyambut baik Festival Wadai-Kue ini. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi tradisi tahunan yang melestarikan budaya lokal. “Ini perlu kita budayakan dan harapannya tahun depan bisa kembali dilaksanakan,” ujarnya.
Ketua DPRD Tapin Yamani juga mengapresiasi Festival Wadai-Kue ini. Ia mengaku senang melihat beragam wadai dan kue yang disajikan oleh ibu-ibu dari 12 RT tersebut. “Ini perlu diadakan kembali, karena sangat bagus untuk dilaksanakan,” tuturnya.
Festival Wadai-Kue ini merupakan salah satu bentuk semangat masyarakat Desa Suato Tatakan untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan RI. Dengan festival ini, mereka juga berharap dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebersamaan antara sesama warga desa. (dly/al/ram) Editor : Arief