Seorang suporter dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari stadion di Kota Meksiko sebelum laga persahabatan antara Meksiko melawan Portugal pada Sabtu (28/3). Insiden tragis itu terjadi di Stadion Banorte yang sebelumnya dikenal sebagai Estadio Azteca.
Pihak keamanan Kota Meksiko mengonfirmasi kejadian itu melalui pernyataan resmi di platform X. Sementara itu, Kantor Kejaksaan Umum Kota Meksiko (Fiscalia CDMX) menyebutkan berdasarkan laporan awal, korban terjatuh dari area VIP stadion hingga ke area parkir kendaraan di bawahnya.
Dalam pernyataan lanjutan yang dilansir dari The Athletic, Fiscalia CDMX menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Mereka juga mengungkapkan penyelidikan langsung dilakukan sejak awal kejadian dengan melibatkan tim forensik, kepolisian investigasi, serta pengamanan lokasi kejadian perkara.
“Sejak awal, pejabat dari Kantor Kejaksaan Agung, para ahli forensik, serta petugas dari Kepolisian Investigasi telah mendatangi lokasi kejadian untuk memulai penyelidikan yang diperlukan. Area tersebut langsung dipasangi garis pembatas, lokasi kejadian diamankan, dan barang bukti dikumpulkan oleh para ahli yang berkompeten di bidang kriminalistik, fotografi, dan kedokteran forensik,” tulis Fiscalia CDMX dalam pernyataan resmi.
Selain itu, pihak berwenang juga tengah menganalisis rekaman CCTV di dalam stadion dan area pintu masuk, serta mengumpulkan keterangan saksi untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara menyeluruh dan menentukan kemungkinan adanya pihak yang bertanggung jawab.
Proses autopsi terhadap korban juga sedang dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian, termasuk kondisi fisik korban saat insiden itu terjadi. Informasi awal yang dihimpun dari media asal Meksiko Esto en Linea, korban merupakan pria berusia 27 tahun bernama Adrian Gomez Vasquez yang meninggal beberapa menit setelah terjatuh. Korban diduga mencoba melompat dari lantai dua ke lantai satu karena mabuk.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) pada Minggu (29/3) turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Dalam pernyataan resminya, FMF mengimbau kepada seluruh suporter untuk mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan seluruh individu di dalam stadion.
“Federasi Sepak Bola Meksiko menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan seorang suporter yang terjadi pada Sabtu ini di dalam Stadion Banorte, sebelum laga uji coba berlangsung,” tulis pernyataan itu melalui akun X FMF.
“Selain itu, FMF kembali mengimbau seluruh penonton untuk senantiasa mengikuti arahan petugas dan otoritas terkait guna menjaga keselamatan di dalam stadion setiap saat,” tutup pernyataan FMF.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga menyatakan duka cita atas insiden itu melalui Instagram Story-nya. Infantino menyebut pihak FIFA turut berduka atas kejadian yang menimpa sang suporter.
“Semalam kami menikmati acara pembukaan kembali stadion Kota Meksiko yang megah. Namun, kami meninggalkan stadion dengan perasaan sangat sedih atas kematian seorang penggemar,” tulis Infantino.
Hingga saat ini, penyelidikan atas insiden itu masih berlangsung dan pihak berwenang berjanji akan memberikan pembaruan informasi kepada publik seiring perkembangan kasus.
Pertandingan uji coba antara Meksiko dan Portugal sendiri tetap berlangsung sesuai jadwal dan berakhir dengan skor imbang 0-0. Insiden tersebut bahkan tidak banyak diketahui oleh penonton di dalam stadion selama pertandingan berlangsung.
Stadion Banorte sendiri sebenarnya dipersiapkan untuk menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 setelah menjalani renovasi besar selama beberapa tahun terakhir.
Rencananya, stadion bersejarah itu akan menjadi tuan rumah lima pertandingan, termasuk laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan pada 12 Juni 2026. Stadion Banorte digadang-gadang akan mencatat rekor sebagai stadion pertama yang menjadi tuan rumah tiga laga pembuka Piala Dunia, termasuk pada tahun 1970 dan 1986.
Editor : Arief