MILAN – Inter Milan dipastikan tersingkir dari Liga Champions usai ditekuk Bodo/Glimt dengan skor 1-2. Hasil ini kontras dibandingkan musim lalu.
Inter dalam misi comeback saat menjamu klub Norwegia itu di playoff leg kedua pada Rabu (25/2) dinihari WIB. Setelah kalah 1-3 di leg pertama, Nerazzurri mesti menang dengan selisih minimal tiga gol untuk lolos.
Faktanya, Inter kesulitan mengatasi Bodo/Glimt pada pertandingan di Giuseppe Meazza. Alih-alih start kencang, Inter justru kebobolan dua gol dari Jens Hauge dan Hakon Evjen yang membuat misi comeback kian sulit.
Inter sempat memperkecil kedudukan lewat Alessandro Bastoni, tetapi gol itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan. La Beneamata akhirnya tersingkir di babak playoff Liga Champions dengan agregat 2-5.
Kegagalan ini menjadi momen yang mengecewakan karena pada musim lalu Inter sukses mencapai final Liga Champions meskipun harus kalah telak 1-5 dari Paris Saint-Germain.
Sejak musim 2021/2022, Inter tercatat rutin menembus setidaknya babak 16 besar — dua kali bahkan mencapai final — sehingga tersingkir lebih awal kali ini jadi salah satu hasil terburuk klub dalam lima musim terakhir.
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui anak asuhnya kehabisan tenaga saat dikalahkan Bodo Glimt di Liga Champions.
"Kami kehabisan tenaga di babak kedua, lalu kebobolan dua kali. Selamat untuk mereka," ucap Chivu dikutip dari Football Italia, Rabu (25/2).
Chivu mengaku sangat kecewa dan menilai jalannya laga bisa berlangsung sangat berbeda apabila timnya mampu mencetak gol pembuka lebih cepat.
"Kami kecewa, baik karena kekalahan maupun karena tersingkir. Mungkin jika kami mencetak gol pertama, kami akan menekan mereka," ujarnya
Editor : Arief