MARTAPURA – Final Liga 4 Kalimantan Selatan 2026 menghadirkan laga dramatis di Stadion Demang Lehman, Martapura, Selasa (17/2/2026).
Barabai FC harus mengakui keunggulan Persemar Martapura dengan skor tipis 1-2 setelah pertandingan berjalan dalam tensi tinggi dan penuh tekanan sejak menit awal.
Sejak peluit kick off, Barabai FC sebenarnya tampil percaya diri. Skema serangan cepat melalui sisi sayap langsung merepotkan lini belakang Persemar. Hasilnya datang pada menit ke-15.
Fajar sukses memanfaatkan celah pertahanan dan menuntaskan peluang menjadi gol pembuka. Barabai unggul 1-0 dan membuat ribuan suporternya bergemuruh. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
Persemar mulai menaikkan garis permainan. Mereka bermain lebih sabar, mengandalkan penguasaan bola dan umpan pendek untuk meredam tempo cepat Barabai.
Perlahan ritme pertandingan berubah. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika Arisandi mencetak gol penyeimbang. Skor menjadi 1-1 dan momentum berbalik.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin taktis. Barabai FC mencoba kembali bermain terbuka untuk mengejar kemenangan, tetapi justru memberi ruang bagi Persemar melakukan serangan balik.
Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah. Persemar berhasil mencetak gol kedua dan membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Setelah unggul, Persemar terlihat lebih pragmatis. Mereka menurunkan tempo permainan, mengulur waktu, serta menumpuk pemain di area pertahanan. Lini belakang Persemar tampil disiplin dan sulit ditembus.
Barabai FC tidak menyerah. Serangan bertubi-tubi dilancarkan hingga menit akhir. Beberapa peluang tercipta, namun selalu kandas di kaki bek ataupun penyelamatan penjaga gawang Persemar yang tampil solid sepanjang laga.
Hingga peluit panjang ditiup wasit, skor tidak berubah. Persemar Martapura resmi menjadi juara Liga 4 Kalimantan Selatan 2026.
Salah satu suporter Barabai FC, Ahmad, mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi tetap bangga dengan perjuangan tim kebanggaannya. “Pasti kecewa karena kami sudah sangat berharap juara. Tapi anak-anak sudah berjuang habis-habisan. Kami tetap dukung Barabai FC, kalah hari ini bukan akhir, semoga musim depan bisa bangkit,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Barabai FC, namun dari sisi permainan mereka menunjukkan progres signifikan. Organisasi serangan berjalan baik, hanya penyelesaian akhir dan ketenangan saat bertahan menjadi pekerjaan rumah.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief