LONDON - Crystal Palace memastikan gelar mayor pertama sepanjang 119 tahun berdirinya klub lewat gol tunggal Eberechi Eze. Namun, perhatian utama dalam laga final Piala FA itu lebih banyak tertuju pada penampilan kiper Dean Henderson.
Sepanjang laga lawan Manchester City, Sabtu (17/5), Henderson berhasil mencatatkan enam kali penyelamatan dan menggagalkan tendangan penalti Omar Marmoush. Keputusan Erling Haaland yang memberi kesempatan kepada Marmoush membuat Henderson semakin yakin.
“Da (Haaland) memberikan bola kepada Marmoush dan saya tahu ke mana dia akan menendang. Saya tahu saya akan menyelamatkannya,” kata Henderson kepada BBC Sport.
Selain aksi heroik, Henderson juga sempat terlibat kontroversi. Yakni saat dia menepis bola menjauh dari Haaland di luar kotak penalti. Seusai laga, kiper 28 tahun itu kemudian terlibat perseteruan dengan pelatih City Pep Guardiola. Pep tidak puas dengan sikap Henderson membuang-buang waktu di akhir pertandingan.
"Saya datang untuk menjabat tangan (Guardiola). Saya pikir dia kecewa dengan waktu yang terbuang, tetapi saya pikir mereka mendapat 10 menit (waktu tambahan). Jadi tidak ada perasaan kesal (dari dia ke Pep)," katanya.
Henderson pada akhirnya tidak terlalu memikirkan berbagai momen itu. Setelah memastikan gelar pertamanya untuk Crystal Palace, pikirannya tertuju pada almarhum sang ayah, Dougie Henderson yang meninggal Juli tahun lalu. “Saya kehilangan ayah saya di awal musim,” bebernya.
“Namun, dia bersama saya hari ini. Dia bersama saya dalam setiap pertandingan. Saya mendedikasikan kemenangan ini untuknya,” tutur kiper yang besar di akademi Manchester United tersebut.
Editor : Arief