Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kaget Beras Program Pemerintah Tak Tersedia di Pasaran, TPID Banjar Lakukan Sidak

M Fadlan Zakiri • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:51 WIB

SIDAK: Tim Pengendalian Inflasi Daerah  Kabupaten Banjar bersama kepolisian mengecek stok bahan pokok di salah satu gudang distributor di Kecamatan Gambut, Senin (9/3).
SIDAK: Tim Pengendalian Inflasi Daerah  Kabupaten Banjar bersama kepolisian mengecek stok bahan pokok di salah satu gudang distributor di Kecamatan Gambut, Senin (9/3).

MARTAPURA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banjar menemukan fakta mengejutkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di Martapura, Senin (9/3). Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang digadang sebagai penopang stabilitas harga, ternyata kosong di sejumlah toko.

Sidak yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait ini dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Tujuannya memastikan ketersediaan stok dan harga pangan tetap terkendali. Namun, absennya beras SPHP menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rifandy Purnayangkara Putra, menyebutkan bahwa harga bahan pokok (Bapok) di Pasar Mahabbah dan Pasar Thaibah relatif stabil. Meski demikian, ketiadaan beras SPHP di toko-toko menjadi catatan serius.

“Pengawasan ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, harga daging ayam ras berkisar Rp26 ribu–Rp28 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp32 ribu per kilogram, bawang merah Rp37 ribu–Rp38 ribu per kilogram, cabai rawit Rp90 ribu per kilogram, serta cabai merah dan cabai keriting Rp45 ribu per kilogram. Untuk beras premium, harga terpantau sekitar Rp80 ribu per lima kilogram.

Selain pasar, TPID juga memeriksa gudang distributor di Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar. Gudang PT Garuda Wisnu Amerta tercatat memiliki stok minyak goreng merek Alif hingga 5.000 karton, sementara PT Indo Marco memastikan pasokan bahan pokok untuk jaringan ritel Indomaret tetap lancar hingga Lebaran.

Gudang beras PT Fajar Nusantara Abadi bahkan mampu mengemas hingga 50 ton beras per hari dengan berbagai merek. Plt Kepala DKUMPP Banjar, Linda Yunianti, menegaskan bahwa secara umum stok bahan pokok di tingkat distributor masih mencukupi. “Kami akan terus melakukan pemantauan bersama TPID dan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar,” katanya.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#kalimantan selatan #Bahan Pokok di Kalsel #kabupaten banjar #TPID Banjar #Beras