Ketua Pokmas Berkah Bersama Kemuning, Muhammad Hidayat mengatakan, bobot rata-rata bebek yang dipanen seberat 1,3 kilogram. "Jika dihitung kita bisa memperoleh keuntungan Rp4 juta sampai Rp5 juta per seribu ekor. Kalau berhasil semua seperti ini, total bisa Rp8 juta sampai Rp10 juta," katanya.
Semua bebek itu, kata Hidayat siap didistribusikan kepada para pemesannya, seperti rumah makan, dan lainnya di wilayah Banjarbaru.
Ia tak memungkiri, kesuksesan peternakannya ini berawal dari program RT Mandiri. Sebab sebelum menerima bantuan ini, pihaknya hanya bisa membesarkan sekitar 500 ekor bibit. "Setelah dapat program ini, Alhamdulillah panennya bisa jadi 2 ribu ekor," ujarnya.
Selain menjual dalam bentuk bebek potong, Hidayat mengaku, Pokmas yang diketuainya ini juga mengolah bebek secara kemasan. "Untuk yang kemasan kami jual seharga Rp35 ribu per ekornya. Tidak perlu mahal-mahal yang penting laris manis," kelakarnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengatakan, hal ini merupakan bukti bahwa program RT Mandiri yang telah berjalan beberapa tahun terakhir terus menuai hasil yang jelas. "Perlahan namun pasti hasil dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui RT Mandiri akan tercapai," ungkapnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas kerja keras dalam mengembangkan bantuan dari pemko.
Aditya juga mendorong Pokmas Berkah Bersama untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, tak hanya produk mentah namun menjadi produk jadi siap jual. "Sehingga akan lebih banyak masyarakat yang terlibat dan ikut merasakan manfaat dari program RT Mandiri," sebutnya.
Ia memastikan, setiap SKPD di lingkup Pemko Banjarbaru akan memberikan dukungan sesuai keperluan dari setiap Pokmas penerima manfaat program RT Mandiri. (zkr/yn/ris) Editor : Arief