32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 5 February 2023

Pengamat: Wajar Investasi Banjarbaru Melonjak

BANJARBARU – Realisasi investasi Kota Banjarbaru, menyentuh angka Rp543,4 miliar. Ada peningkatan hampir 400 persen dari target.

Angka itu didapatkan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Banjarbaru, hingga September atau fase triwulan ketiga.

Pengamat ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat, Muzdalifah menilai fenomena kenaikan realisasi investasi Kota Idaman sebagai hal yang wajar.

“Sektor jasa dan pemerintahan, memang mencirikan perkembangan sektor ekonomi di daerah perkotaan,” ujar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Airlangga itu.

Selain itu, ujar Muzdalifah, menyandangnya Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi juga  menjadi daya tarik investor.

Hal ini menurutnya, tak terlepas dari berbagai kemudahan yang diberikan oleh Pemko Banjarbaru dalam hal berinvestasi. Baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Baca Juga :  Nobar di Kampung, Harga Jersey Menggila

Kemudahan itu diperlukan. Terlebih kebutuhan Banjarbaru sebagai ibu kota memerlukan infrastruktur perkotaan lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Kemudahan ujar Muzdalifah, diamini pula oleh Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin. Menurutnya, sebab peningkatan itu, karena kinerja seluruh SKPD yang responsif terhadap investor.

“Seluruh SKPD, berusaha meraih target maksimal,” ujarnya.

Aditya sendiri mengatakan akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin berusaha di Kota Banjarbaru. “Kita akan berupaya memfasilitasi setiap para investor yang datang.”

Rahmah Khairita, Kadis PMPTSP mengatakan, target yang ditentukan untuk investasi tahun 2022 adalah Rp130 miliar. “Peningkatannya nyaris 400 persen,” katanya.

Ditarik ke tahun 2021, realisasi investasi yang mengguyur Kota Banjarbaru hanya senilai Rp146,7 miliar. Bahkan capaian tahun ini kata Khairita masih belum terhitung penuh.

Baca Juga :  Bapenda Tala Diskon Pembayaran Pajak

“Triwulan keempat baru dirilis Kementerian Investasi pada Januari tahun depan. Sehingga capaian tadi masih berpeluang besar bertambah,” tambahnya.

Sumber investasi ini, secara kategori, Khairita mengatakan berasal dari PMA yakni Penanaman Modal Asing dan PMDN yakni Penanaman Modal Dalam Negeri.

“Rinciannya untuk PMA ada kurang lebih Rp164,3 miliar dan PMDN yang cukup besar yakni Rp379 miliar,” jawabnya.

Khairita sendiri optimistis jika iklim investasi di Kota Banjarbaru ke depannya akan semakin meningkat. “Ini sudah kelihatan geliat dan peningkatannya,” ujarnya. (mr-157/rvn)

BANJARBARU – Realisasi investasi Kota Banjarbaru, menyentuh angka Rp543,4 miliar. Ada peningkatan hampir 400 persen dari target.

Angka itu didapatkan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Banjarbaru, hingga September atau fase triwulan ketiga.

Pengamat ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat, Muzdalifah menilai fenomena kenaikan realisasi investasi Kota Idaman sebagai hal yang wajar.

“Sektor jasa dan pemerintahan, memang mencirikan perkembangan sektor ekonomi di daerah perkotaan,” ujar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Airlangga itu.

Selain itu, ujar Muzdalifah, menyandangnya Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi juga  menjadi daya tarik investor.

Hal ini menurutnya, tak terlepas dari berbagai kemudahan yang diberikan oleh Pemko Banjarbaru dalam hal berinvestasi. Baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Baca Juga :  Nobar di Kampung, Harga Jersey Menggila

Kemudahan itu diperlukan. Terlebih kebutuhan Banjarbaru sebagai ibu kota memerlukan infrastruktur perkotaan lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Kemudahan ujar Muzdalifah, diamini pula oleh Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin. Menurutnya, sebab peningkatan itu, karena kinerja seluruh SKPD yang responsif terhadap investor.

“Seluruh SKPD, berusaha meraih target maksimal,” ujarnya.

Aditya sendiri mengatakan akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin berusaha di Kota Banjarbaru. “Kita akan berupaya memfasilitasi setiap para investor yang datang.”

Rahmah Khairita, Kadis PMPTSP mengatakan, target yang ditentukan untuk investasi tahun 2022 adalah Rp130 miliar. “Peningkatannya nyaris 400 persen,” katanya.

Ditarik ke tahun 2021, realisasi investasi yang mengguyur Kota Banjarbaru hanya senilai Rp146,7 miliar. Bahkan capaian tahun ini kata Khairita masih belum terhitung penuh.

Baca Juga :  Tahura Sumbang PAD 4,4 Miliar

“Triwulan keempat baru dirilis Kementerian Investasi pada Januari tahun depan. Sehingga capaian tadi masih berpeluang besar bertambah,” tambahnya.

Sumber investasi ini, secara kategori, Khairita mengatakan berasal dari PMA yakni Penanaman Modal Asing dan PMDN yakni Penanaman Modal Dalam Negeri.

“Rinciannya untuk PMA ada kurang lebih Rp164,3 miliar dan PMDN yang cukup besar yakni Rp379 miliar,” jawabnya.

Khairita sendiri optimistis jika iklim investasi di Kota Banjarbaru ke depannya akan semakin meningkat. “Ini sudah kelihatan geliat dan peningkatannya,” ujarnya. (mr-157/rvn)

Trending

Haul Guru Sekumpul

Dapatkan update terkini berita tentang Haul ke-18 Guru Sekumpul tahun 2023

Berita Terbaru