alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 7 October 2022

Harga Jual Anjlok, Keluhan Petani Karet Malah Dijawab Imbauan

BARABAI – Petani karet di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengeluh. Harga jual karet anjlok.

“Sekarang harganya Rp6.000 per kilogram. Sebelumnya Rp10 ribu. Mulai turun sejak Agustus tadi,” kata salah seorang petani karet, Sarbaini kemarin (19/9).

Pada waktu bersamaan, harga barang-barang kebutuhan di pasar mulai merangkak naik. Dampak dari kenaikan harga BBM.

“Sedangkan apa-apa sekarang semakin mahal. Daya beli petani semakin melemah,” keluhnya. Para petani kini hanya bisa pasrah.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

“Apalagi sekarang sudah mulai masuk musim hujan. Akan sangat berpengaruh terhadap hasil panen,” tambahnya.

Kepala Desa Lokbuntar, Ataillah Sarbini menceritakan, warga desanya yang mayoritas petani karet juga mulai mengaduh.

“Imbasnya sekarang banyak yang beralih ke pertanian jagung, kacang, timun dan sayuran lainnya,” bebernya.

Baca Juga :  Tersangka Pencuri Alis dan Kelopak Mata Jenazah Bakal Segera Disidang

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian HST, Budi Satrya Tanjung mengatakan, naik turun harga karet ditentukan oleh pasar dunia.

“Harga karet itu ditentukan dari sana, bukan oleh pemerintah,” ujarnya. Jadi, tak banyak yang bisa diperbuat pemkab.

Ditanya soal program pemberdayaan petani seperti peremajaan karet, Budi mengakui tidak bisa melaksanakannya.

“Memang tidak ada program peremajaan karet. Sampai saat ini, kami hanya bisa mengimbau agar petani tetap menjaga kualitas karet yang dihasilkannya,” tutupnya. (mal/gr/fud)

BARABAI – Petani karet di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengeluh. Harga jual karet anjlok.

“Sekarang harganya Rp6.000 per kilogram. Sebelumnya Rp10 ribu. Mulai turun sejak Agustus tadi,” kata salah seorang petani karet, Sarbaini kemarin (19/9).

Pada waktu bersamaan, harga barang-barang kebutuhan di pasar mulai merangkak naik. Dampak dari kenaikan harga BBM.

“Sedangkan apa-apa sekarang semakin mahal. Daya beli petani semakin melemah,” keluhnya. Para petani kini hanya bisa pasrah.

Dori-Tortadas-Fave-Hotel-Radar-Banjarmasin

“Apalagi sekarang sudah mulai masuk musim hujan. Akan sangat berpengaruh terhadap hasil panen,” tambahnya.

Kepala Desa Lokbuntar, Ataillah Sarbini menceritakan, warga desanya yang mayoritas petani karet juga mulai mengaduh.

“Imbasnya sekarang banyak yang beralih ke pertanian jagung, kacang, timun dan sayuran lainnya,” bebernya.

Baca Juga :  Harga Ayam Perlahan Naik, Tembus Rp 60 Ribu Per Ekor

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian HST, Budi Satrya Tanjung mengatakan, naik turun harga karet ditentukan oleh pasar dunia.

“Harga karet itu ditentukan dari sana, bukan oleh pemerintah,” ujarnya. Jadi, tak banyak yang bisa diperbuat pemkab.

Ditanya soal program pemberdayaan petani seperti peremajaan karet, Budi mengakui tidak bisa melaksanakannya.

“Memang tidak ada program peremajaan karet. Sampai saat ini, kami hanya bisa mengimbau agar petani tetap menjaga kualitas karet yang dihasilkannya,” tutupnya. (mal/gr/fud)

Trending

Berita Terbaru

/