alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Regulasi Tak Jelas, Travel Banjarmasin Tunda Keberangkatan Umrah

BANJARMASIN – Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menyatakan, jemaah umrah Indonesia bisa berangkat sejak 8 Januari kemarin. Bagaimana penyelenggara perjalanan di kota Banjarmasin melihat lampu hijau itu?

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, Saridi Salimin menyatakan, para pemilik travel umrah di Banua belum ada yang memberangkatkan jemaahnya.

“Kawan-kawan pemilik travel semua sepakat untuk menahan diri. Menunggu regulasi dari Arab Saudi,” ujarnya, kemarin (13/1).

Pemilik Travel Al Insani ini menjelaskan, kerap regulasi dan persyaratan yang dikeluarkan kedua pemerintah tak sinkron.

Mereka juga bercermin dengan kejadian travel umrah di Jakarta yang gagal memberangkatkan jemaahnya, beberapa hari lalu. Persoalannya, ada dokumen jemaah Indonesia yang ditolak Arab Saudi.

Baca Juga :  Umrah, Berangkat Perdana Siapkan 45 juta

“Di Kalsel jangan sampai begitu. Makanya, harus tahu dulu bagaimana prosedurnya,” tambahnya.

Contoh, vaksin mana yang harus disuntikkan. Informasi awal, yang divaksin Janssen,Pfizer, Moderna atau AstraZeneca boleh langsung berangkat tanpa karantina. Sedangkan pengguna Sinovac dan Sinopharm harus dikarantina selama tiga hari. Ternyata, informasi itu meleset. Apapun merek atau jenis vaksinnya, jemaah tetap wajib menjalani karantina.

Saridi memprediksi, keberangkatan umrah baru bisa pada Februari mendatang. Dan berangkat secara bergantian.

Saat ini, di travel milik Saridi saja sudah ada 250 orang yang mendaftar umrah. “Dibatasi karena pandemi. Minimal yang diberangkatkan 35 orang, maksimal 50 orang,” tutupnya. (gmp/at/fud)

BANJARMASIN – Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menyatakan, jemaah umrah Indonesia bisa berangkat sejak 8 Januari kemarin. Bagaimana penyelenggara perjalanan di kota Banjarmasin melihat lampu hijau itu?

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, Saridi Salimin menyatakan, para pemilik travel umrah di Banua belum ada yang memberangkatkan jemaahnya.

“Kawan-kawan pemilik travel semua sepakat untuk menahan diri. Menunggu regulasi dari Arab Saudi,” ujarnya, kemarin (13/1).

Pemilik Travel Al Insani ini menjelaskan, kerap regulasi dan persyaratan yang dikeluarkan kedua pemerintah tak sinkron.

Mereka juga bercermin dengan kejadian travel umrah di Jakarta yang gagal memberangkatkan jemaahnya, beberapa hari lalu. Persoalannya, ada dokumen jemaah Indonesia yang ditolak Arab Saudi.

Baca Juga :  Umrah, Berangkat Perdana Siapkan 45 juta

“Di Kalsel jangan sampai begitu. Makanya, harus tahu dulu bagaimana prosedurnya,” tambahnya.

Contoh, vaksin mana yang harus disuntikkan. Informasi awal, yang divaksin Janssen,Pfizer, Moderna atau AstraZeneca boleh langsung berangkat tanpa karantina. Sedangkan pengguna Sinovac dan Sinopharm harus dikarantina selama tiga hari. Ternyata, informasi itu meleset. Apapun merek atau jenis vaksinnya, jemaah tetap wajib menjalani karantina.

Saridi memprediksi, keberangkatan umrah baru bisa pada Februari mendatang. Dan berangkat secara bergantian.

Saat ini, di travel milik Saridi saja sudah ada 250 orang yang mendaftar umrah. “Dibatasi karena pandemi. Minimal yang diberangkatkan 35 orang, maksimal 50 orang,” tutupnya. (gmp/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru