Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

7 Tanda Stres yang Diam-Diam Merusak Kecantikan Kulit dan Rambut

Tia Lalita Novitri • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:30 WIB
KUSAM: Stres juga mempengaruhi kesehatan kulit. Kusam salah satu cirinya. (Foto: Freepik)
KUSAM: Stres juga mempengaruhi kesehatan kulit. Kusam salah satu cirinya. (Foto: Freepik)

RADAR BANJARMASIN - Stres bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga bisa terlihat jelas dari kondisi fisik—terutama kulit, rambut, dan penampilan secara keseluruhan.

Saat tubuh berada dalam tekanan, hormon kortisol meningkat dan memicu berbagai reaksi yang dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh, termasuk kesehatan kulit.

Tak jarang, seseorang merasa sudah menggunakan skincare terbaik, tetapi hasilnya tidak maksimal karena stres yang tidak terkontrol. Berikut tanda-tanda stres yang diam-diam bisa memengaruhi kecantikan dan penampilan.

Salah satu tanda paling umum dari stres adalah kulit yang tampak kusam dan kehilangan cahaya alaminya. Ketika stres meningkat, aliran darah ke kulit bisa berkurang sehingga wajah terlihat pucat dan kurang segar.

Selain itu, stres sering kali mengganggu pola tidur. Kurang tidur membuat proses regenerasi kulit tidak optimal, sehingga wajah tampak lebih lelah, tidak bercahaya, dan kurang sehat meskipun sudah memakai skincare rutin.

Hormon kortisol yang meningkat akibat stres dapat merangsang produksi minyak berlebih pada kulit. Kondisi ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan akhirnya memicu jerawat, terutama di area dahi, pipi, dan rahang.

Jerawat karena stres sering muncul secara mendadak dan terasa lebih meradang. Jika kondisi ini terjadi berulang kali saat sedang banyak tekanan, bisa jadi stres menjadi pemicu utamanya.

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan menyebabkan kerontokan lebih dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengalihkan energi untuk menghadapi tekanan, sehingga pertumbuhan rambut terganggu.

Jika rambut terasa menipis atau rontok secara tiba-tiba tanpa perubahan produk perawatan, stres bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Rambut yang sehat sangat bergantung pada keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Stres kronis dapat mempercepat proses penuaan kulit. Peningkatan hormon stres dan peradangan dalam tubuh bisa merusak kolagen, yaitu protein penting yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

Akibatnya, garis halus dan kerutan bisa muncul lebih cepat dari seharusnya. Kulit pun terlihat kurang kenyal dan tidak sehalus biasanya.

Baca Juga: Tak Sekadar Cantik, Masker Alami Ini Menenangkan Kulit dan Pikiran

Kurang tidur akibat stres sering kali menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata. Area ini menjadi lebih gelap dan tampak cekung, membuat wajah terlihat lebih tua dan lelah.

Selain itu, stres juga dapat menyebabkan retensi cairan yang membuat mata terlihat bengkak. Kombinasi keduanya membuat penampilan tampak kurang segar meski sebenarnya tubuh tidak sedang sakit.

Saat stres, banyak orang tanpa sadar menjadi kurang minum air atau mengabaikan perawatan diri. Hal ini membuat kulit kehilangan kelembapan dan bibir menjadi kering serta pecah-pecah.

Tidak hanya itu, stres juga bisa melemahkan skin barrier sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap produk skincare. Kulit mudah kemerahan, terasa perih, atau gatal padahal sebelumnya tidak bermasalah.

Stres sering membuat otot wajah tegang tanpa disadari. Dahi mengernyit, rahang mengencang, dan ekspresi wajah terlihat lebih serius atau murung.

Ekspresi yang tegang dalam jangka panjang bisa memengaruhi garis wajah dan membuat penampilan tampak kurang ramah. Aura kecantikan pun terasa berkurang karena kurangnya ekspresi rileks dan senyum alami.

Editor : Tia Lalita Novitri
#penampilan #Kecantikan #Skin barrier #jerawat #mengganggu #stres #lelah #hormon kortisol #skincare #kulit kusam