AMUNTAI – Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani secara resmi membuka Grand Final Lomba Bagarakan Sahur yang digelar di Bundaran Tugu Shalawat, Amuntai.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diikuti perwakilan dari 10 kecamatan se-Kabupaten Hulu Sungai Utara serta disaksikan ratusan masyarakat yang memadati kawasan tersebut.
Lomba bagarakan sahur merupakan tradisi khas masyarakat Banjar yang dilakukan untuk membangunkan warga agar bersiap melaksanakan sahur selama bulan suci Ramadan. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan menabuh berbagai alat musik sederhana seperti bedug, drum, ember, serta alat musik tradisional lainnya sambil berkeliling kampung dan melantunkan yel-yel maupun shalawat.
Dalam sambutannya, H Sahrujani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya lokal yang telah lama menjadi tradisi masyarakat Banjar.
“Bagarakan sahur merupakan warisan budaya yang sangat bernilai. Melalui kegiatan ini kita tidak hanya memeriahkan Ramadan, tetapi juga menjaga tradisi agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat serta para peserta dari seluruh kecamatan yang telah berpartisipasi dalam lomba tersebut.
Dalam perlombaan itu, setiap kecamatan menampilkan berbagai atraksi menarik dengan konsep dan kreativitas masing-masing.
Mulai dari kostum yang unik, koreografi arak-arakan, hingga tabuhan musik yang kompak dan energik berhasil menghibur masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya lomba.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri yang menilai aspek kekompakan, kreativitas, musikalitas, serta penampilan keseluruhan, akhirnya ditetapkan para pemenang lomba.
Kecamatan Danau Panggang berhasil meraih Juara I dengan penampilan yang dinilai paling kompak dan kreatif. Juara II diraih Kecamatan Amuntai Selatan, sementara Juara III diraih Kecamatan Amuntai Tengah.
Adapun untuk kategori juara harapan, Juara Harapan I diraih Kecamatan Haur Gading, Juara Harapan II Kecamatan Sungai Tabukan, dan Juara Harapan III Kecamatan Banjang.
Editor : Fauzan Ridhani