Destinasi yang sempat lumpuh akibat terjangan banjir besar pada awal tahun 2026 ini diprioritaskan untuk segera beroperasi kembali, meski kerusakan fasilitas penunjang di lokasi tersebut masih cukup masif.
Fokus pemulihan saat ini diarahkan pada pengaktifan kembali wahana river tubing. Langkah taktis ini diambil agar pengelola dan masyarakat bisa segera menerima kunjungan wisatawan, sembari menunggu perbaikan infrastruktur permanen yang terdampak luapan sungai.
Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balangan, M Sigit Kondang Wibowo mengungkapkan, kondisi fasilitas di Maranting memang memprihatinkan. Banyak sarana pendukung yang rusak berat, bahkan hanyut terbawa arus sungai yang meluap.
Namun, kendala sirkulasi anggaran tahun berjalan membuat pemulihan fisik secara menyeluruh belum bisa direalisasikan seketika. Mengingat musibah terjadi setelah anggaran 2026 dikunci, perbaikan fasilitas seperti gazebo baru bisa diusulkan pada tahun anggaran 2027 mendatang.
“Untuk pemulihan secara 100 persen memang belum bisa kita laksanakan tahun ini. Rencana pengembalian kondisi fasilitas secara menyeluruh baru akan dianggarkan pada tahun 2027,” ujar Sigit, Kamis (26/2).
Sebagai solusi jangka pendek agar aktivitas wisata tidak mati total, bantuan dialokasikan pada sektor yang paling diminati pengunjung saat ini, yakni perlengkapan river tubing.
Diketahui, banyak inventaris seperti ban, helm, dan pelampung yang sebelumnya hilang serta rusak akibat musibah tersebut.
“Yang lagi ramai itu kan Maranting River Tubing. Untuk tahun ini rencananya kita akan memberikan bantuan untuk fasilitas wahana itu terlebih dahulu. Jika wahana itu bisa kembali jalan, setidaknya pengelola sudah bisa mulai bergerak lagi,” jelasnya.
Sejauh ini, masyarakat setempat bersama pengelola wisata telah melakukan pembenahan secara swadaya di area sungai. Proposal bantuan perlengkapan wahana pun telah diajukan dan sedang dalam tahap tindak lanjut untuk segera direalisasikan.
Langkah bertahap ini diharapkan mampu membangkitkan kembali geliat ekonomi kreatif di wilayah Tebing Tinggi. Dengan pulihnya operasional river tubing, Maranting diharapkan tetap menjadi destinasi pilihan di Bumi Sanggam meski dengan fasilitas yang masih terbatas.
Editor : Sutrisno