PANYIPATAN – Desa Bumi Asih, Kecamatan Panyipatan, dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura di Kabupaten Tanah Laut.
Namun, kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) yang rusak parah masih menjadi kendala utama para petani.
Jalan yang digunakan untuk mengangkut hasil panen itu sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan.
Saat musim hujan, akses semakin sulit dilalui.
Salah seorang petani, Linda Kasyanto, mengatakan kerusakan jalan sangat memengaruhi aktivitas pertanian.
“JUT ini sudah beberapa tahun rusak dan sulit dilewati, terutama ketika musim hujan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, jalan yang menghubungkan RT 1, RT 2, dan RT 3 Desa Bumi Asih dengan Desa Batu Mulya tersebut dibangun sejak 1984.
Perbaikan terakhir dilakukan melalui program PNPM pada 2015.
“Sejak program itu belum ada lagi perbaikan. Kalau ada kerusakan, kami swadaya bersama petani lain. Beberapa waktu lalu kami patungan membeli batu agar jalan bisa dilewati karena berlumpur saat hujan,” tuturnya.
Linda, yang mengelola kebun karet dan kacang, berharap pemerintah daerah segera melakukan perkerasan jalan agar distribusi hasil panen lebih lancar.
“Kalau hujan, kendaraan roda dua sulit lewat karena becek dan berlumpur. Kalau cuaca panas masih bisa dilewati,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sukaramah, Kecamatan Panyipatan. JUT di RT 3 Dusun Sumber Sari mengalami kerusakan cukup parah.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Panyipatan, Suharyadi, menyebut jalan tersebut menjadi akses vital bagi petani.
“Saya berharap JUT ini bisa segera diperbaiki karena menjadi akses utama petani membawa hasil panen,” ujarnya.
Menurutnya, program swasembada pangan yang tengah digalakkan pemerintah pusat harus dibarengi dukungan infrastruktur yang memadai.
“Selain alat dan mesin pertanian (alsintan), petani juga memerlukan jalan usaha tani yang layak untuk memudahkan distribusi hasil panen dan menekan biaya operasional. Jika tidak didukung infrastruktur, program tersebut bisa kurang optimal,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto