Ina, salah satu pemilik Toko Madina, grosir yang menjual pakaian muslim khusus wanita mengaku, sepekan sebelum Ramadan, pembeli datang dari daerah, bahkan luar Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menurutnya, pembeli dari luar Banjarmasin sering membeli pakaian lebih banyak untuk dijual kembali. Pedagang menyebutnya dengan gelar “bola ganal” bagi calon pelanggan yang kerap memborong dagangan.
Menjelang Ramadan, Ina merasa jumlah permintaan bisa melambung hingga empat kali lipat. Padahal, jika hari-hari biasa penjualan cenderung lebih sepi karena dinilai terdapat persaingan ketat dengan lapak online. “Sekarang lebih banyak. Ada dari Kalteng, kabupaten di Kalsel dan sedikit dari Kaltim,” ujarnya Selasa (17/2/2026).
Ia menyebut, kini 50 lembar lebih pakaian busana muslim wanita selalu terjual. Diperkirakannya, penjualan dalam bentuk grosir ini akan mulai sepi sepekan menjelang lebaran. Pasalnya, para pedagang dari luar daerah tinggal memasarkannya di tempat asal.
Humaidi, pedagang pakaian di pasar yang sama menuturkan, memasuki Ramadan tepatnya selama bulan Syaban, suasana pasar kian ramai dari pengunjung luar daerah. “Yang paling dekat dari Martapura, sisanya jauh semua ada yang dari kabupaten bahkan luar Kalsel,” ungkap Humaidi.
Salah seorang pembeli, Wiwin warga Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu mengatakan, ia membeli pakaian untuk dijual lagi di tempat asalnya. Terutama kepada rekan-rekan satu karyawan di perusahaan. Ia mengaku, ini sebagai usaha sampingan menambah pemasukan selama Ramadan.
“Saya rutin belanja unjuk dijual di perusahaan karena yang minat membeli ada,” ujarnya.
Editor : M Oscar Fraby