KANDANGAN - Warga Hulu Sungai Selatan (HSS) menunjukkan antusiasme tinggi dengan memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Palidangan Sehati Kandangan, yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS pada Jum'at (13/2/2026).
Agenda ini digelar sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan harga pangan yang mulai merangkak naik di pasaran.
Sejak pagi hari, masyarakat sudah mengantre untuk mendapatkan berbagai komoditas penting dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga toko atau pasar tradisional.
Dalam pasar murah ini, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga kompetitif, seperti bawang putih seharga Rp33.000 per kilogram, bawang merah Rp34.000 per kilogram, serta paket garam isi tiga seharga Rp5.500 dan asam Rp6.500 per bungkus.
Selain bumbu dapur, tersedia pula beras SPHP seharga Rp60.000 per kemasan (Rp12.000/kg), gula pasir Rp17.500 per kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, hingga minyak goreng premium Befood yang dibanderol Rp19.000 per liter.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS, Lutfiana, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi di tingkat daerah.
Lutfiana menekankan bahwa jaminan ketersediaan stok pangan merupakan prioritas utama bagi pemerintah kabupaten saat ini.
“Lewat inisiatif GPM ini, tujuan utama kami adalah menjamin akses warga terhadap pangan bermutu dengan harga yang tidak memberatkan kantong. Langkah ini juga menjadi strategi kami dalam mengintervensi harga di pasar agar tetap terkendali,” ungkapnya.
Kehadiran GPM ini disambut positif oleh warga yang merasa beban ekonomi mereka sedikit teringankan, terutama saat harga barang-barang kebutuhan pokok sedang tidak menentu.
Harapannya, kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus berlanjut demi menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan seluruh lapisan masyarakat di Hulu Sungai Selatan tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan harian mereka dengan baik.
Editor : Arif Subekti