Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Membaca Cerita Nyaring dan Bermain Sains di RTH Taman Kamboja Banjarmasin! Dorong Anak-Anak Cinta Literasi dan Bereksperimen

Zulvan Rahmatan • Minggu, 8 Februari 2026 | 11:56 WIB
POSITIF: Belasan Anak-anak di RTH Taman Kamboja Banjarmasin mengikuti membaca cerita nyaring dan bermain sains, mendorong cinta literasi.
POSITIF: Belasan Anak-anak di RTH Taman Kamboja Banjarmasin mengikuti membaca cerita nyaring dan bermain sains, mendorong cinta literasi.

 

Kegiatan membaca harus dibiasakan sejak dini. Stimulasi otak anak akan bekerja, berimajinasi dengan menerapkannya melalui belajar dan bermain.

*

Suara tawa kecil sesekali pecah di bawah rindangnya pepohonan Taman Kamboja. Belasan anak duduk memanjang, sebagian berselonjor, lainnya bersila. Di hadapan mereka, buku-buku bergambar warna-warni dibuka perlahan.

Setiap halaman yang dibalik membuat mata-mata kecil itu membesar. Fokus mereka menyatu, mengikuti cerita yang dibacakan nyaring oleh seorang wanita. Cerita sederhana, namun penuh imajinasi, tentang dua kakak beradik, Tiara dan Zati, di sebuah rumah pohon.

Tiara ingin melihat burung dari jarak dekat. Namun Zati terlalu ribut. Burung pun kabur. Anak-anak bereaksi spontan—ada yang menghela napas kesal, ada pula yang tertawa. Mereka larut dalam cerita.

Tiara digambarkan membawa banyak barang ke rumah pohon. Ia mengangkutnya dengan katrol sederhana—alat yang biasa digunakan tukang bangunan. Ide cerdas itu membuat anak-anak tak hanya mendengar cerita, tetapi juga belajar berpikir.

Pagi itu, Minggu (8/2/2026), mereka mengikuti kegiatan membaca nyaring selama 15 menit di Perpustakaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kamboja, Banjarmasin. Kegiatan ini ditujukan bagi anak usia 3–12 tahun.

Tak berhenti pada cerita, anak-anak diajak bereksperimen. Dengan benang, gelas kertas, tutup botol, dan tusuk lidi, mereka merakit katrol sederhana. Imajinasi berubah menjadi pengalaman nyata.

Ketua Komunitas Read Aloud Kalimantan Selatan, Eka Rahmawati menjelaskan kegiatan ini dikemas dalam konsep literasi sains—menggabungkan membaca dan bermain.

“Kami ingin anak-anak berimajinasi lalu mencoba. Seperti katrol tadi, itu bentuk sains sederhana yang menyenangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Taman Kamboja Dulunya Kuburan Belanda

Menurut Eka, membaca harus menjadi kebiasaan yang membahagiakan, bukan kewajiban. Ia berharap anak-anak mencintai buku dan membawa kebiasaan membaca hingga ke rumah.

“Cukup 15 menit sehari. Konsisten. Itu sudah luar biasa dampaknya,” tambahnya.

Bagi Anugrah, kegiatan ini menjadi momen berharga. Ia baru kali ini bisa menemani istri dan anaknya mengikuti membaca nyaring.

“Kebetulan libur. Anak kami sangat senang. Ini aktivitas positif dan menenangkan,” ucapnya.

Ia bercerita, anaknya berusia tiga tahun enam bulan sudah mampu mengingat alur cerita dari buku bergambar yang sering dibacakan di rumah.

“Dia bisa menceritakan ulang seolah membaca sendiri. Itu luar biasa untuk tumbuh kembangnya,” katanya.

Komunitas Read Aloud Kalsel sendiri telah berdiri 2021. Selain rutin menggelar kegiatan literasi untuk anak TK dan SD, mereka juga aktif melakukan story healing bagi anak-anak korban banjir di Kalimantan Selatan.

Membaca, bagi mereka, bukan sekadar mengenal huruf. Ia adalah ruang aman, pemulih trauma, dan jendela kecil untuk melihat dunia yang lebih luas.

Editor : Eddy Hardiyanto
#cinta literasi #banjarmasin #RTH Taman Kamboja #anak-anak