Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Rusak 11 Ruas Jalan dan Jembatan di Kabupaten Banjar, Diperbaiki Total Tahun Depan

M Fadlan Zakiri • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:45 WIB
BERBAHAYA: Salah satu titik ruas jalan di wilayah Martapura yang mengalami kerusakan pasca terendam banjir awal Januari tadi.
BERBAHAYA: Salah satu titik ruas jalan di wilayah Martapura yang mengalami kerusakan pasca terendam banjir awal Januari tadi.

MARTAPURA – Banjir yang melanda Kabupaten Banjar tidak hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar mencatat sedikitnya 11 ruas jalan dan jembatan rusak akibat terendam banjir.

Kepala Bidang Bina Marga PUPRP Banjar, Jimmy, menyebut kerusakan tersebar di sejumlah kecamatan, sebagian besar pada jalan desa yang menjadi akses vital masyarakat. “Kurang lebih ada 11 ruas jalan dan jembatan yang terdampak, lokasinya berbeda-beda kecamatan,” ujarnya, Kamis (29/1).

Kerusakan infrastruktur tercatat di Kecamatan Sungai Pinang, Pengaron, Aranio, Astambul, Karang Intan, hingga Simpang Empat. Adapun beberapa ruas yang rusak antara lain, Jalan Desa Sungai Tabuk.

Selain itu, Jalan Desa di Kecamatan Simpang Empat, Jalan paving block di Desa Awang Bangkal Timur, Jalan Desa Lok Tangga, sejumlah titik di Astambul dan Karang Intan dan jembatan di wilayah Aranio.

Menurut Jimmy, penanganan kerusakan tidak bisa dilakukan secara sederhana karena sebagian besar titik berada dekat aliran sungai yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). “Penanganannya tidak mudah karena langsung bersentuhan dengan sungai. Sungai itu sendiri kewenangannya BWS,” jelasnya.

PUPRP Banjar telah berkoordinasi dengan BWS untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Namun proyek tersebut dinilai membutuhkan waktu lama untuk direalisasikan.

Sementara menunggu solusi permanen, pemerintah daerah melakukan perkuatan sementara pada badan jalan dengan penghamparan agregat di titik rawan. Selain itu, PUPRP juga memasang rambu peringatan, safety line, dan pembatas jalan di sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipasi keselamatan. “Ini sifatnya sementara, supaya jalan tetap bisa digunakan dan akses masyarakat tidak terputus,” katanya.

Untuk perbaikan permanen, dibutuhkan perencanaan teknis serta dukungan anggaran besar. Estimasi awal menyebut kebutuhan mencapai Rp3miliar hingga Rp4 miliar per titik. Dengan keterbatasan APBD Perubahan, perbaikan menyeluruh baru realistis dilakukan pada tahun anggaran 2027. “Jalan masih bisa digunakan, tapi risikonya ada. Kami harap masyarakat lebih waspada saat melintas,” pungkas Jimmy.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Banjir #jalan #Banjar #jembatan #pupr