BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin mencatatkan rapor terendah dalam realisasi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan serapan anggaran di antara seluruh SKPD pada Tahun Anggaran 2025.
Dari sisi belanja, Disbudporapar hanya mampu menyerap 75,97 persen dari total pagu anggaran 2025 sebesar Rp74.494.005.321.
Capaian ini berada di bawah rata-rata serapan SKPD lain yang telah menembus kisaran 80 persen.
Kondisi lebih memprihatinkan untuk urusan menghasilkan PAD.
Disbudporapar hanya membukukan sekitar Rp135 juta atau 27,07 persen dari target Rp500 juta.
Angka tersebut menjadi yang terendah di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Kepala Disbudporapar, Ibnu Sabil mengakui capaian tersebut tidak lepas dari masa transisi kepemimpinan.
Ia baru dilantik pada awal November 2025, saat sisa waktu anggaran hanya menyisakan dua bulan.
“Pekerjaan tidak memungkinkan selesai, itu dihentikan. Sehingga terjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa), termasuk dari pekerjaan murni dan perubahan,” ungkapnya, Rabu (21/1/2026).
Ia mencontohkan, salah satu kegiatan terbesar yang tidak dapat dilanjutkan berasal dari Bidang Olahraga, yakni pengurukan lapangan sepak bola di Banjarmasin Barat senilai Rp1,4 miliar.
“November posisinya perencanaan belum selesai, cuaca hujan, waktu pengerjaan tiga bulan. Itu sangat tidak logis,” beber Ibnu Sabil.
Memasuki tahun 2026, Disbudporapar juga dihadapkan pada penurunan pagu anggaran yang cukup signifikan.
Dari sebelumnya sekitar Rp74 miliar, kini hanya tersisa Rp60 miliar.
Dampaknya, sejumlah pos seperti perjalanan dinas, pengadaan, dan pemeliharaan harus ditekan.
Meski demikian, efisiensi anggaran tersebut akan diarahkan ke sektor-sektor strategis yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pariwisata dan penyelenggaraan event.
Di sisi lain, target PAD 2026 justru mengalami kenaikan. Dari Rp500 juta menjadi Rp570 juta.
Ibnu Sabil optimistis target tersebut bisa dicapai dengan menggandeng pihak ketiga.
“Kita optimis. Kita fokus di 2026,” tegasnya.
Dari SKPD Terbaik ke Tantangan Terberat
Sebelum menjabat Kepala Disbudporapar, Ibnu Sabil dikenal sukses memimpin Kecamatan Banjarmasin Barat selama tiga tahun berturut-turut.
Pada 2023, kecamatan tersebut masuk 10 besar kinerja terbaik, naik ke peringkat empat pada 2024, dan menjadi yang terbaik pada 2025.
Mutasi jabatan ini pun dipandang sebagai amanah untuk membenahi kinerja Disbudporapar yang tengah berada dalam kondisi terpuruk.
Editor : Eddy Hardiyanto