BARABAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hulu Sungai Tengah (BPBD HST) memastikan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya curah hujan di wilayahnya.
Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan seluruh armada penunjang mulai dari motor dan mobil operasional, hingga perahu karet serta perlengkapan rescue.
“Kami siap dengan armada roda dua, roda empat, perahu karet, dan berbagai peralatan penyelamatan lainnya,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Selain itu, BPBD juga memperkuat mitigasi melalui sosialisasi langsung maupun via media sosial untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) terus didorong di wilayah rawan agar masyarakat semakin mandiri dalam menghadapi kondisi darurat.
Apandi menyebut sejumlah kecamatan di HST memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir, termasuk potensi banjir bandang seperti yang pernah melanda Kecamatan Hantakan dan sejumlah desa lainnya.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih terjadi hingga Januari–Februari 2026.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat di bantaran sungai dan zona rawan agar meningkatkan kewaspadaan.
“Pantau informasi cuaca, amankan barang penting, ketahui titik evakuasi, dan simpan nomor-nomor darurat,” tegas Apandi.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang saat terjadi situasi darurat dan mengikuti arahan petugas. “Jangan panik, segera lakukan evakuasi sesuai instruksi,” pesannya.
Daftar Daerah Rawan Banjir di HST :
1. Kecamatan Batu Benawa: Aluan Besar, Paya Besar
2. Kecamatan Labuan Amas Utara: Pahalatan, Sungai Buluh, Mantaas, Tabat
3. Kecamatan Pandawan: Jaranih, Masiraan, Kayu Rabah
4. Kecamatan Barabai: Barabai Darat, Timur, Selatan, Utara, Barat, Bukat, Mandingin, Pajukungan
5. Kecamatan Haruyan: Haruyan, Haruyan Seberang, Pengambau Hilir Luar & Dalam, Mangunang Seberang, Lok Buntar
Sumber: BPBD HST
Editor : Eddy Hardiyanto