Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Alat Pemantau Kualitas Udara di Jalan Lambung Mangkurat Raib, DLH Banjarmasin Lapor ke KLH

Endang Syarifuddin • Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

 

 

Lokasi tempat alat pemantau kualitas udara (AQMS) di Jalan Lambung Mangkurat, dekat Jembatan Merdeka. Kini tinggal tiang dan dudukan kosong.
Lokasi tempat alat pemantau kualitas udara (AQMS) di Jalan Lambung Mangkurat, dekat Jembatan Merdeka. Kini tinggal tiang dan dudukan kosong.

BANJARMASIN – Alat pemantau kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang dipasang di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah, raib digondol pencuri. Alat tersebut hilang sekitar kurang lebih lima bulan yang lalu.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love usai menghadiri rapat di Gedung DPRD Banjarmasin, Kamis (27/11).

Ia menyebut DLH telah melaporkan peristiwa ini ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan sudah membuat laporan resmi ke kepolisian.

“Sudah kita laporkan ke Kementerian LH dan kemarin kami sampaikan minta pergantian yang hilang,” ucap Alive kepada Radar Banjarmasin.

AQMS tersebut merupakan aset milik KLH yang diserahkan ke daerah. Karena status barangnya titipan dari pusat, DLH memilih menyampaikan langsung ke kementerian sebagai pihak yang berwenang. Harapannya pusat akan memberikan bantuan alat serupa.

Alive mengatakan jika unit pengganti sudah dikirim nanti, pihaknya masih belum menentukan posisi penempatannya, apakah tetap di titik semula, atau dialihkan ke tempat lain.

"Di lokasi awal sepertinya cukup rawan dari tangan-tangan jahil," ujarnya.

Lokasi awal, jelas dia, merupakan titik strategis berdasarkan pemetaan awal. Sementara untuk proses pengambilan data indikator polusi, kini tetap dilakukan di kawasan Kayu Tangi, Banjarmasin Utara.

“Tapi untuk pengukuran tetap di Kayu Tangi,” katanya.

Ditanya awak media, kenapa tidak dibeli sendiri menggunakan APBD? Alive menjawab singkat, “Ini program pusat.”

Editor : Muhammad Syarafuddin
#klh #AQMS #banjarmasin #polusi #Jalan Lambung Mangkurat #DLH