Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Festival Akrab 2025 Kotabaru Resmi Ditutup, Pemkab Kotabaru Sebut Ekraf Taruhan Masa Depan Banua

Jumain Radar Banjarmasin • Senin, 27 Oktober 2025 | 17:27 WIB
SENANG:Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis melakukan kunjungan ke pameran 17 Subsektor di Festival Akrab.
SENANG:Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis melakukan kunjungan ke pameran 17 Subsektor di Festival Akrab.

KOTABARU - Siring Laut, jantung kota Kotabaru, benar-benar bergetar selama lima hari berturut-turut.

Puncaknya, pada malam penutupan Festival Akrab 2025, Sabtu (25/10/2025), suasana begitu padat dan penuh semangat.

Ini bukan hanya akhir dari sebuah perayaan, tapi penegasan dimulainya era baru ekonomi Kotabaru.

Di hadapan ribuan pasang mata warga yang memadati area, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis, tampil memberikan pidato kunci yang menggelegar.

“Festival ini bukan hanya hiburan. Ini cerminan semangat baru kita! Kita harus keluar dari zona nyaman, lepas dari ketergantungan ekonomi lama!,” cetusnya.

Syairi menegaskan pergerakan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai dari kriya lokal, kuliner khas, hingga inovasi digital adalah taruhan masa depan Banua.

Menurutnya, ide dan kreativitas anak muda Kotabaru memiliki nilai jual yang tinggi dan harus menjadi mesin penggerak ekonomi.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Syairi secara terbuka menjanjikan pembangunan Gedung Kreatif Hub. “Ini akan menjadi rumah kolaborasi permanen. Tempat para pelaku ide bertemu, berkreasi, dan melahirkan produk-produk yang bisa melesat ke level nasional,” janji Syairi.

Festival Akrab 2025 memang menampilkan spektrum kreativitas yang luar biasa. Selama lima hari, puluhan stand pelaku UMKM lokal dari berbagai sektor unjuk gigi.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah inovasi kriya berbahan dasar pandan laut yang diboyong oleh Persit. Mereka membuktikan bahwa bahan baku lokal bisa disulap menjadi produk bernilai seni tinggi.

Tak kalah seru, gelaran Fun Battle Kopi V60 menjadi arena adu skill para barista Kotabaru. Setelah persaingan sengit, Ahmad Saifullah keluar sebagai juara.

Semua ini membuktikan, Kotabaru tak lagi hanya bicara hasil bumi. Kini ia bicara soal ide yang berharga dan siap bersaing di pasar modern.

Pencapaian ini juga dikukuhkan dengan diterimanya Penghargaan Indonesia Kreatif Award 2025 oleh Kotabaru, sebuah bukti sahih atas komitmen daerah ini terhadap Ekraf.

Malam penutupan makin panas dengan penampilan memukau dari penyanyi papan atas, Angie Carvallho. Pesta kembang api yang mewarnai langit Siring Laut seolah menjadi penutup dramatis, mengiringi pesan tegas yang disuarakan. “Kotabaru Hebat, Banua Melesat”.

Editor : Fauzan Ridhani
#siring laut kotabaru #inovasi digital #Syairi Mukhlis #Ekonomi Kreatif (Ekraf) #Pemkab Kotabaru