RANTAU – Sejak lima bulan terakhir, masyarakat Kecamatan Piani sudah mulai menikmati akses baru di Ruas Jalan Miawa–Rantau yang melewati Desa Bitahan Baru, Kecamatan Lokpaikat.
Jalan ini menjadi harapan baru bagi warga pegunungan Meratus untuk lebih mudah menuju Kota Rantau.
Sebelumnya, jalur lama kerap menimbulkan persoalan. Setiap kali hujan deras, jalan itu tak ubahnya seperti kubangan. Air melimpah, banjir tak terelakkan, dan puncaknya jalur tersebut longsor. Kondisi itu membuat warga sering kali terhambat beraktivitas.
Kini, meski jalan baru sudah difungsikan, muncul lagi kekhawatiran.
Air mulai menggenang di sisi kiri dan kanan badan jalan.
“Memang belum sampai ke badan jalan, tapi kalau curah hujan terus tinggi, bisa jadi tergenang juga,” ungkap Anggota DPRD Tapin, Rustan Nawawi, yang juga putra asli Kecamatan Piani, Selasa (16/9/2025) kepada Radar Banjarmasin.
Rustan menegaskan, sebagai wakil rakyat dari Dapil I, ia meminta agar pemerintah maupun pihak perusahaan yang terlibat dalam pemindahan jalur, segera mencari solusi sebelum masalah berulang.
“Kalau dibiarkan, bisa saja kejadian seperti jalan lama terulang. Masyarakat beranggapan percuma saja dipindah kalau akhirnya tetap tergenang,” ucapnya.
Warga, kata Rustan, masih trauma dengan kondisi lama.
Mereka berharap agar akses vital ini benar-benar terjaga, apalagi curah hujan dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi.
“Jangan sampai masyarakat merasa dibohongi. Jalan baru ini adalah harapan, jangan dibiarkan jadi masalah baru,” ucapnya.
Editor : Arif Subekti