Sebelumnya, warga Jalan Ahmad Yani kilometer 2 RT 24, Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah protes pada pertengahan Januari lalu, akibat bau menyengat.
Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin, cairan diduga limbah berwarna putih terlihat menggenang di kolong rumah warga. Cairan ini disinyalir menjadi penyebab utama aroma tak sedap yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Aduan warga lalu direspons oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, yang pada 19 Januari 2025 untuk melakukan uji coba. Namun, hasilnya menunjukkan dilema.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian DLH Banjarmasin, Ernawati, mengakui bahwa mereka belum bisa memastikan sumber limbah tersebut, termasuk apakah benar berasal dari Duta Mall.
Sebah, dari beberapa sampel pengujian yang diambil dari sejumlah titik uji menunjukkan hasil yang bervariasi.
"Untuk air limbah di pipa Duta Mall, hasilnya bagus. Tetapi, di kawasan perumahan, kadar COD (Chemical Oxygen Demand), BOD (Biochemical Oxygen Demand), dan E. coli cukup tinggi, bahkan melebihi baku mutu. Sedangkan di bawah gedung Duta Mall sendiri, kadar COD dan BOD tinggi, tapi E. coli rendah," ujarnya.
Ernawati menambahkan, ada kemungkinan bahwa air limbah di bawah gedung Duta Mall dan di kawasan perumahan memiliki karakteristik yang berbeda.
"Di kawasan perumahan, mungkin limbah tercampur dengan limbah rumah tangga seperti dari septic tank yang bocor," klaimnya.
Selain itu, DLH juga menemukan bahwa aliran air di bawah kolong gedung Duta Mall terhubung langsung dengan sungai di depannya.
"Airnya keluar-masuk dari sungai, jadi tidak murni limbah dari Duta Mall," tambah Ernawati.
Meski begitu, DLH tidak menutup kemungkinan adanya oknum tenant atau karyawan yang membuang limbah secara sembarangan tanpa sepengetahuan pengelola. Limbah ini bisa berupa sisa makanan, kemasan susu, atau limbah kecil lainnya yang dibuang melalui celah lubang pipa air AC.
"Kemungkinannya kecil, tapi tetap ada. Ada indikasi aktivitas ini, meski volumenya sangat kecil," ujar Ernawati.
Terkait pengelolaan limbah, DLH menyebut instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik Duta Mall sempat mengalami kerusakan beberapa bulan lalu. Namun kini dalam kondisi baik.
"Tidak mungkin pula penyebabnya itu. IPAL berada di posisi yang cukup tinggi, jadi kecil kemungkinan terjadi kebocoran," jelasnya.
Dengan hasil uji yang belum konklusif, DLH mengakui kesulitan untuk memastikan sumber utama pencemaran. "Sulit untuk memutuskan apakah limbah ini sepenuhnya berasal dari Duta Mall atau bercampur dengan limbah dari perumahan sekitar," tutupnya.
Editor : Sutrisno