BANJARMASIN - Meskipun Banjarmasin tidak lagi menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tapi masih jadi tujuan favorit para pebisnis untuk berinvestasi. Salah satunya yang menjadi idola adalah sektor pergudangan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Banjarmasin, Ariyani melihat lantaran lokasi pergudangan yang tersedia sangat dekat dengan Pelabuhan Trisakti Bandarmasih. Tidak salah jika investasi pergudangan masih menjadi andalan Kota Banjarmasin pada tahun 2025.
"Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah menetapkan daerah Banjarmasin Selatan sebagai kawasan pergudangan," kata Ariyani, Selasa (14/1/2025).
Titik kawasan tata ruang tersebut sudah ditetapkan tidak ada lagi izin baru untuk pembangunan pergudangan maupun pembangunan industri kecuali di Banjarmasin Selatan, seperti di wilayah Mantuil.
Selain pergudangan, sambung dia, investasi yang cukup tinggi masuk ke Banjarmasin adalah bisnis perhotelan, rumah makan atau restoran dan angkutan. "Karena sudah dikenal sebagai kota perdagangan sejak dulu," terangnya.
Lalu apa target investasi masuk ke Banjarmasin pada tahun 2025 ? Ariyani belum bisa menyebutkan karena masih menunggu rilis dari Pemprov Kalsel. "Tahun 2024 Banjarmasin masih yang terbanyak investornya," imbuhnya.
Menukil laporan dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan daftar Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Kalsel 2024 dari 8.255 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDM) , Banjarmasin terbanyak se-Kalsel. Banjarmasin menjadi kabupaten/kota dengan proyek terbanyak, yaitu 2.056 proyek, disusul Kebupaten Banjar 1.320 proyek dan Banjarbaru 1.096 proyek
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan bahwa dari data tersebut menunjukkan Banjarmasin tetap menjadi pilihan investor dalam berinvestasi yang aman.
"Ini menggambarkan Banjarmasin masih menjadi kota yang ramah akan investasi, sehingga para investor suka menanamkan modalnya di sini dengan segmentasi yang sesuai dengan bidang-bidang yang dibutuhkan," cetus Ibnu.
Editor : Arif Subekti