MARTAPURA - Tidak lama lagi akan digelar Haul ke-20 KH Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Haul Guru Sekumpul yang akan dipusatkan di Musala Ar Raudhah Sekumpul, Martapura.
Namun, seperti haul di dua tahun terakhir, jadwal haul kemungkinan kembali tidak diumumkan oleh pihak Musala Ar-Raudhah. Hal ini berdasar surat imbauan dari ahli waris, H Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali, nomor A01/ AR-SKP/I/2023 yang dikeluarkan 1 Januari 2023.
“Ke depannya jika tidak ada sesuatu dan keadaan yang mengharuskan, kami tidak akan mengumumkan Peringatan Haul Ayahnda kami lagi. Haul akan terus ada di tempat kami sesuai waktu dan juga keadaannya,” bunyi salah satu poin pemberitahuan dalam surat imbauan tersebut.
Bahkan, sejauh ini media sosial resmi dari @arraudhah_sekumpul juga belum ada mengumumkan terkait jadwal haul. Sama halnya dengan akun Instagram @tim_induk_sekumpul, yang hanya mengeluarkan sejumlah imbauan dan pemberitahuan kepada publik.
Kendati jadwal haul tidak diumumkan, Pemkab Banjar sudah mulai merapatkan barisan untuk menyambut jutaan jemaah di momen peringatan haul terbesar se-Asia tersebut.
Sekda Banjar, Mokhamad Hilman mengatakan berdasarkan tahun Hijriah jadwalnya di akhir Desember 2024 atau awal Januari 2025. “Itu kalau dihitung dari tanggal wafatnya Abah Guru Sekumpul. Untuk kepastiannya kita tetap akan menunggu informasi resmi dari pihak Musala Ar-Raudhah Sekumpul,” sebutnya.
Jika melihat dari peringatan haul yang sudah-sudah, jemaah tentu tidak sulit memprediksi kapan haul dilaksanakan. Sebab, peringatan haul ulama kharismatik di Kalimantan ini biasanya dilaksanakan pada Minggu malam (malam Senin). Tanggalnya berdekatan atau tepat dengan 5 Rajab, tanggal wafatnya Abah Guru Sekumpul.
Jika menilik kalender, tanggal 5 Rajab 1446 H jatuh pada Ahad tanggal 5 Januari 2025. Besar kemungkinan bahwa haul akan dilaksanakan pada malam hari di tanggal tersebut.
“Meski belum ada kepastian, Pemerintah Kabupaten Banjar seperti pada haul-haul sebelumnya, selalu siap membantu pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul,” tegas Hilman.
Persiapan itu dilakukan untuk mengantisipasi jemaah haul yang diprediksi lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, perkiraan itu dapat dilihat dari peningkatan jumlah pengunjung yang datang berziarah, maupun jemaah yang hadir dalam majelis rutin malam Senin dan malam Jumat di Musala Ar-Raudhah Sekumpul.
“Dari sana kita bisa memprediksi bahwa jemaah yang akan hadir pada Haul ke-20 Abah Guru Sekumpul nanti pasti juga tambah banyak. Bahkan bisa saja melebihi haul sebelumnya yang mencapai 3,5 juta orang,” kata Hilman.
Dengan prediksi lonjakan jumlah jemaah ini, tentu persiapannya juga harus ditambah. Terutama terkait fasilitas pendukung bagi jemaah haul. Karena itulah, Hilman mengaku akan mengoordinasikan dengan para relawan Sekumpul.
“Soalnya kalau kita berbicara Sekumpul itu tidak ada namanya panitia. Jadi kita harus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk dengan relawan yang bertugas,” jelasnya.
Hilman mengungkapkan, Pemkab Banjar selalu berupaya semaksimal mungkin dalam melayani keperluan jutaan jemaah datang. Mulai dari aspek keamanan, ketertiban, pengaturan lalu lintas, hingga kebutuhan air, pengelolaan sampah, parkir, dan penginapan gratis untuk para jemaah haul itu akan dikondisikan.
Termasuk juga pelayanan kesehatan Jemaah, dan jaminan kesehatan konsumsi haul. “Kami berharap pelaksanaan haul nanti bisa berjalan lancar, dan jemaah haul termasuk kita semua mendapatkan berkah,” ucapnya.
Diketahui sebelumnya, Abah Guru Sekumpul adalah ulama kharismatik asal Sekumpul, Martapura. Wafat pada 10 Agustus 2005 bertepatan 5 Rajab 1426 Hijriah, di usia 63 tahun. Tiap tahun, peringatan haulnya dihadiri jutaan jemaah dari berbagai penjuru nusantara.
Pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul selalu dibarengkan dengan kegiatan rutin mingguan pembacaan Maulid Habsyi.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief