Kepala Desa Miawa, Amat M, menjelaskan bahwa wisata ini memanfaatkan potensi sungai pegunungan yang jernih di desa tersebut.
"Kami menyediakan perahu karet untuk susur sungai. Ada 10 perahu lengkap dengan alat pengaman, hibah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tapin," ujar Amat, Jumat (12/7/2024).
Susur sungai ini menawarkan empat jalur dengan durasi yang berbeda-beda: jalur pertama memakan waktu sekitar 3 jam, jalur kedua 2 jam, jalur ketiga 1 jam, dan jalur keempat setengah jam.
"Masing-masing jalur menawarkan keindahan dan tantangan tersendiri," tambah Amat.
Lokasi finis susur sungai berada di wisata Pemandian Sirang Pitu Pantai Buniin, yang cocok untuk keluarga bersantai.
Baca Juga: Pelantikan DPRD Tapin 5 Agustus, Anggota Pakai Kupiah Jangang
"Sambil menunggu susur sungai, pengunjung bisa mandi air pegunungan di sini," kata Amat.
Wisata ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti tempat ganti, toilet umum, area parkir yang luas, dan warung tempat masyarakat berjualan.
"Ke depan, kami akan mengembangkan lokasi sekitar dengan membangun gazebo, pintu gerbang, dan tempat pembelian tiket," jelasnya.
Susur sungai akan dipandu oleh 10 pemandu yang telah dilatih. "Mereka akan mengarahkan dan menjaga keamanan selama susur sungai," ucap Amat.
Selain itu, pemerintah desa bersama Disbudpar Tapin telah melakukan pembersihan di sungai, menghilangkan ranting-ranting pohon dan bambu yang mengganggu.
Editor : M. Ramli Arisno