Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Anak Habib Tewas Dikeroyok Tak Jauh dari Perbatasan Banjarmasin, Pelaku Masih di Bawah Umur

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 25 April 2024 | 07:40 WIB
Photo
Photo

BANJARMASIN - Anak habib ini, Sayyid Ridho Alkaf (23) tewas dikeroyok. Keluarga korban menuntut keadilan.

Kejadiannya pada Ahad (21/4) dini hari. Di depan Kompleks Mahatama, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Tak jauh dari perbatasan dengan Banjarmasin.

Mirisnya, para pelaku masih di bawah umur. Inisial kedua remaja itu MMA (17) dan RD (17), warga Tatah Pemangkir, Kabupaten Banjar.

Keduanya sudah diamankan personel Polsek Kertak Hanyar. Sementara dua remaja lainnya, RJ dan ML ditetapkan polisi sebagai saksi.

Cerita yang didengar keluarga korban, awal mula korban berselisih dengan ML yang masih tetangga satu kompleks. Gara-gara sepeda motor ML yang dipinjam korban.

"Setelah ML berselisih dengan adik kami, dia pulang diantar MMA. Sedangkan adik kami masih duduk-duduk di sana. Lalu MMA kembali ke tempat tongkrongan itu bersama RJ dan RD," kata kakak korban, Sayyid Muhammad Mahdi Alkaf, Selasa (24/4).

Dalam rekaman CCTV di depan pos kompleks, seorang remaja tiba-tiba muncul dari belakang. Melempar kursi ke wajah korban. Disusul pukulan teman-temannya.

"Siapa yang memukul pertama dan menusuk tubuh adik saya, kami tidak tahu. Pastinya, polisi hanya menetapkan dua tersangka," kata Mahdi.

Korban menderita lima tusukan, tiga di dada, dua di bawah ketiak, dan hidungnya patah.

Setelah ditusuk dan dipukuli, korban sempat berdiri. Menyeberang jalan. Meminta pertolongan ke sebuah pondok pesantren.

Sementara para pelaku kabur. "Adik kami meninggal setiba di rumah sakit akibat pendarahan," ujarnya.

Keluarga merasa janggal, sebab dalam rekaman kamera pengintai itu, pengeroyok tidak hanya dua orang.

Kejanggalan lain, setelah semuanya kabur, muncul seorang pria dewasa. Tampak seperti sedang membersihkan sisa darah yang berceceran di TKP.

Keluarga korban menduga, pria itu ayah pelaku utama. Dugaannya hendak menghilangkan barang bukti. Dan semestinya juga dijerat hukum.

"Kami memiliki semua rekamannya. Jadi kami berharap penyidik jeli dan teliti menangani kasus ini," tegasnya.

"Kami berharap ada keadilan," tutup Mahdi.

Sampai berita ini diturunkan, Kanit Reskrim Polsek Kertak Hanyar Iptu Alfiansyah belum merespons pertanyaan yang dikirimkan Radar Banjarmasin.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Pengeroyokan #banjarmasin #habib