BANJARMASIN - Perupa Kalsel, Muslim Anang Abdullah menggelar pameran tunggal bertajuk 'Magnet' di ruang geleri Dekorama, Jalan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Pemeran lukisan ini berlangsung selama empat hari. Dari tanggal 14 - 17 Desember 2023. Ada lebih 30 lukisan yang ditampilkan. Mayoritas bergaya ekspresionisme, dan diproduksi pada tahun 2022 dan 2023.
Muslim berharap, pameran lukisan yang digelar bisa menjadi daya tarik, serta pengalaman. Baik itu para penikmat seni, maupun masyarakat umum.
"Bisa menggerakkan rekan-rekan seniman untuk terus berkarya dan berpameran. Kemudian menggerakkan masyarakat umum untuk turut mengapresiasi," ujarnya, ketika diwawancarai di sela-sela pembukaan pameran, Kamis (14/12) siang.
"Karena itulah, tajuk pameran ini saya sebut dengan Magnet," ungkapnya.
Muslim melihat magnet sebagai suatu benda yang unik. Tidak punya mesin atau bahan bakar, tapi bisa menggerakkan benda lainnya.
Untuk diketahui, Muslim bukan orang baru di dunia seni rupa. Ia sudah berpameran di berbagai daerah. Baik di kalsel maupun luar daerah lainnya.
"Khusus pameran tunggal, ini yang ketiga kalinya," bebernya lelaki yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS), itu.
Di sisi lain, ada yang unik dari gelaran pameran tunggal itu. Yakni, pemilihan tempat. Pameran, dilaksanakan di lantai dua sebuah toko bangunan.
Direktur Sales dan Marketing Dekorama, Andreas Hendra Utama pun membeberkan alasan pemakaian toko bangunan yang dijadikan gelari untuk pameran.
Ia mengaku ingin agar Kota Banjarmasin bisa dikenal melalui seni dan budaya. Apalagi menurutnya, karya yang ditampilkan tak kalah menarik bila dibandingkan dengan daerah lainnya.
Berkaca dari hal itu, ia pun lantas bersuka hati untuk menyediakan tempat bagi para perupa yang hendak berpameran.
"Dengan pameran kali ini, berarti adalah gelaran ketiga yang pernah ada di sini," ucapnya.
Lebih jauh, Hendra berharap, bagi mereka atau pengusaha yang memiliki tempat atau ruang yang bisa dimanfaatkan untuk pamer karya, juga bersedia untuk dijadikan galeri seni.
Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Zulfaisal Putera, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, pameran tunggal ini merupakan bukti dan eksistensi perupa. Tak ketinggalan, ia juga mengapresiasi pemilihan serta pemilik tempat pameran.
"Banyak orang yang tidak menduga, bahwa di sebuah toko bangunan itu ada dan bisa jadi galeri seni. Ini membuktikan bahwa lukisan bisa hadir di semua tempat," ujarnya.
Ia berhararap, ke depannya para seniman dan pengusaha bisa terus bekerja sama.
"Contoh, untuk penyediaan lokasi pameran tadi. Kalau perlu, tidak hanya lukisan saja yang ditampilkan. Ada suguhan lain atau semacam kolaborasi. Sehinggga pengunjung yang datang bisa semakin terpuaskan," tutupnya.
Editor: Wahyu Ramadhan
Editor : Arief