Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kumpulkan Poktan, Bebaskan Lahan 4 Hektare

Arief • Kamis, 15 Juni 2023 | 12:20 WIB
Lurah Sungai Lulut, H Suryani Syahril
Lurah Sungai Lulut, H Suryani Syahril
Lahan pertanian di Kelurahan Sungai Lulut salah satu yang masih bertahan di Banjarmasin hingga saat ini. Kian tergerus pembangunan kompleks perumahan, Lurah Suryani Syahril bertekad mempertahankan lahan pertanian yang tersisa.

Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.


Sejak dilantik 4 Januari 2022 sebagai Lurah Sungai Lulut, Haji Yani begitu sapaannya, sudah punya niat untuk meningkatkan bidang pertanian di wilayahnya. Dulu, kelurahan yang dipimpinnya memang daerah penghasil padi cukup besar.

Letaknya bertetangga dengan Kabupaten Banjar yang sampai sekarang menjadi salah satu penghasil padi terbesar di Kalsel setelah Batola. “Saya ingin pertanian di Sungai Lulut tetap dipertahankan. Bahkan harapannya lahannya bisa bertambah,” ucapnya.

Luasan lahan pertanian yang ada saat ini 323 hektare. Dikerjakan oleh 350 petani yang tergabung dalam 13 Kelompok Tani (Poktan). Mulai dari Poktan Karya dan Layang di RT 7.

Poktan Garuda Harapan, Membangun, Sekeluarga dan Sumber Rezeki di RT 8. Poktan Menanti Untung di RT 9. Poktan Melati dan Gawi Sabumi RT 10. Poktan Mahligai Jaya, dan Jaya Bersama di RT 11. Poktan Murung Selong di RT 12, dan terakhir Poktan Cempaka Putih di RT 13.

Upayanya mempertahankan lahan pertanian di Sungai Lulut mendapat dukungan dari pemko. Hal ini dapat dilihat dengan adanya berbagai kegiatan pembinaan terhadap petani.

Di antaranya penyaluran pupuk bersubsidi, dan pembuatan jalan usaha tani sepanjang 1,5 km.

Normalisasi sungai di kawasan pertanian juga dilakukan. Pengelolaan pengairan lahan pertanian dengan membangun tabat Sungai Brahman, Simpang Bamban, dan Gusang.

Selain itu, lurah juga rutin menggelar pertemuan poktan Kelurahan Sungai Lulut. “Petani di Sungai Lulut juga mendapat bantuan dari pemerintah berupa dua unit traktor, pompa air, serta penggilingan padi,” terangnya.

Selama dibina, bagaimana hasil pertanian pada tahun 2022 lalu? Haji Yani mengatakan rendaman air yang melanda seluruh lahan pertanian di Sungai Lulut membuat hasil panen mengalami penurunan drastis. Sebelumnya 10-11 kg setiap borongan. Namun turun hingga hanya 1,3 hingga 2,3 kg per borongan. “Kami punya target tahun ini 15-20 kg per borongan. Doakan ya,” ucapnya.



Apakah era modern sekarang membuat generasi muda di kawasan tersebut berubah haluan mencari profesi baru alias pekerjaan baru? Haji Yani melihat hal itu tidak terlalu berpengaruh. Meski tidak sedikit anak-anak petani melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi, masih banyak yang mau bertani mengikuti jejak orang tuanya.

Buktinya dari 39 RT di Kelurahan Sungai Lulut, ada lima RT yang masyarakatnya tetap bercocok tanam. “Petani yang paling banyak ada di RT 7, 8, 11, 12, dan 13,” sebutnya.

Upaya perluasan pertanian yang diinginkan Haji Yani sudah berjalan dengan adanya pembebasan lahan masyarakat seluas 4 hektare. Lahan tersebut digunakan untuk para petani. Lokasinya berada di RT 8.

“Tahun ini, saya akan usulkan kembali perluasan lahan pertanian ke pemerintah kota agar tidak dialihfungsikan. Supaya tetap terjaga,” cetusnya.(gr/dye) Editor : Arief
#Feature Politik