Selain menjanjikan bisa berangkat haji tanpa harus menunggu lama dan berangkat bareng putra Guru Sekumpul, KH juga mengimingi korbannya bisa berhaji bersama Habib Syech Assegaf.
Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf merupakan pembawa lagu religi bertemakan selawat bersama grup musik Ahbaabul Musthofa.
Ia juga menjabat sebagai A'wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa khidmat 2022-2027.
Salah satu korban yang dijanjikan bisa naik haji satu rombongan dengan Habib Syech adalah Jamil, warga Kampung Melayu, Martapura Timur.
"Dia sampai rela menyetor Rp188 juta karena percaya dengan tipu daya pelaku," kata Halim, kerabat Jamil, kemarin (2/6).
Jamil menyetor uang ke pelaku pada 2022 lalu untuk keberangkatan empat orang. "Dia dijanjikan berangkat haji tahun depan," ujarnya.
Sama dengan korban lainnya, Halim menuturkan, Jamil percaya karena pelaku mengaku sebagai pegawai Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi.
"Saat ini saya ikut mendampingi para korban mengawal kasus ini di Polres Banjar," tukasnya.
Halim sudah membuat daftar korban yang menyetor uang kepada KH. Dari data sementara, sudah ada 11 korban. "Dari 11 korban, total uang yang diterima pelaku hampir Rp1,5 miliar," sebutnya.
Pelaku bisa mendapat uang sebanyak itu lantaran ada beberapa korban yang menyetor sampai ratusan juta. "Paling banyak korban atas nama Hamid dari Batulicin (Kabupaten Tanah Bumbu). Dia menyetor Rp540 juta," kata Halim.
Sekarang pelaku ditahan Polres Banjar, setelah digerebek korban di rumahnya di Martapura, Sabtu (27/5) tadi.
Kapolres Banjar AKBP M Ifan Hariyat melalui Kasat Reskrim Iptu Bara Pratama Maha Putra mengungkap, mereka sudah menetapkan KH sebagai tersangka.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi. "Kalau ada warga lain yang merasa menjadi korbannya, bisa melapor ke kami," ucap Bara.
Dibenarkannya, ada korban yang mengalami kerugian hingga ratusan juta. "Ada dari Gambut, Batulicin dan daerah lainnya," paparnya.
Pelaku pun telah mengakui perbuatannya. Uang hasil menipu KH gunakan membuka toko roti dan berobat. "Tapi pada akhirnya tokonya bangkrut," tutup Bara. (ris/gr/fud) Editor : Arief