BANJARBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru resmi mengumumkan jumlah penerima beasiswa Program Dauroh dengan tujuan Tarim, Yaman.
Diketahui, dauroh adalah aktivitas mengumpulkan masyarakat di suatu tempat guna mendalami maupun meningkatkan wawasan tentang agama Islam melalui pelatihan.
Dan itu dijadikan salah satu program unggulan dalam visi-misi Aditya Mufti Ariffin yang ditujukan kepada para ustaz dan ustazah. Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengatakan, bahwa tahun ini jumlah penerima beasiswa ini ada sebanyak 30 orang.
Mereka akan dibiayai oleh Pemko untuk menuntut ilmu di Negeri Yaman, tentu dengan tujuan meningkatkan kadar wawasan Islam dalam suatu pelatihan atau kajian keislaman.
Hal itu diumumkan Aditya usai melakukan pertemuan bersama para ulama dan ustaz se-Kota Idaman di Ruang Tamu Utama Wali Kota, Senin (29/05) siang.
Dikatakannya, bahwa mereka yang dapat Program Dauroh ini akan berangkat ke Yaman pada minggu pertama bulan Agustus tahun 2023.
"Total yang berangkat ada sekitar 30 orang yang dibiayai oleh pemerintah, dan 10 orang yang berangkatnya mandiri," ungkap Aditya.
Dauroh ini merupakan program yang diperuntukan bagi alim ulama atau guru agama di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Mereka akan mendapat beasiswa untuk belajar di Darul Musthafa, Kota Tarim, dengan biaya seluruhnya ditanggung Pemko Banjarbaru selama dua minggu
"Selama dua minggu itu mereka akan belajqr dan meningkatkan pengetahuan terkait keislaman di Program Dauroh ini," ungkapnya.
Sebelumnya, orang nomor satu di Kota Idaman ini mengatakan, keberadaan program dauroh ini merupakan bentuk keseriusan pihaknya demi mewujudkan Kota Banjarbaru yang agamis.
"Nantinya ilmu yang didapat dari sana bisa dibagi ke masyarakat agar bisa mewujudkan Kota Banjarbaru yang agamis," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Banjarbaru, KH Nursahid Ramli mengatakan, dirinya bersama para peserta yang akan berangkat mengucapkan terima kasih setinggi-tinggi kepada Wali Kota Banjarbaru.
"Kami bersyukur kepada Allah SWT dengan adanya program Dauroh ini kami sangat bersyukur dan berterima kasih untuk bisa lebih meningkatkan keilmuan Islam di Negeri Tarim," ujarnya singkat.
Saat ini untuk persiapan para peserta yang ingin berangkat ke Negeri Yaman-Tarim saat ini sudah 95 persen, yaitu mulai dari membuat Paspor dan Visa. (zkr/ij/ran) Editor : Arief