Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rumah Mewah Nyaris Ambruk, Penghuni Indekos Disamping Bangunan Panik

Muhammad Helmi • Jumat, 9 September 2022 | 14:04 WIB
MIRING: Rumah nyaris ambruk di Jalan Hasan Basri, Kompleks Kidaung.
MIRING: Rumah nyaris ambruk di Jalan Hasan Basri, Kompleks Kidaung.
BANJARMASIN - Peristiwa rumah ambruk, kembali terjadi. Kali ini di Jalan Hasan Basri, Kompleks Kidaung Banjarmasin Utara, nyaris runtuh, Rabu (7/9) malam. Kemiringan rumah diperkirakan 20 hingga 30 centimeter.

Tak hanya itu, keretakan juga terlihat dari semua sisi. Posisi rumah mirng ke kiri dan terjunggit. Rumah mewah berlantai dua milik Mustamin (74) itu, dihuni istri dan anak-anaknya.

Warga setempat mengkhawatirkan rumah indekos yang berada di samping kiri ikut tertimpa.

"Kejadian sekitar jam 8 malam. Awalnya kami mendengar bunyi seperti kayu retak. Tak lama kemudian, kondisi rumah semakin memburuk," cerita Dayat (23), penjaga rumah indekos.

Ia pun lekas menenangkan sejumlah mahasiswi yang berada di dalam agar tak panik. Semua diminta keluar dari indekos.

"Total kamar ada 26 buah. Tetapi penghuninya cuma 24 orang saja. Sejak tadi malam, mereka masing-masing mengamankan diri. Menginap di rumah teman masing-masing," ungkapnya.

Pemilik rumah, sudah beberapa hari berpindah ke rumah di seberang. Tanda-tanda mendapat musibah itu sudah dirasakan sejak seminggu terakhir.

"Sudah beberapa hari ini rumahnya kosong, pemilik tidur di seberang rumah itu," ucapnya.

Ismi (20) dan Lulu (19), dua mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, malam itu juga menghubungi teman sekampus untuk ikut menginap. Mereka tak berani bertahan di rumah indekos, karena takut terdampak.

"Tidur di kos teman di Pangeran. Kami khawatir, jadi memilih cari aman. Miringnya rumah itu mengarah ke indekos kami," ujarnya.

Di lokasi, Kamis (8/9) pagi, pemilik rumah memantau dan bertukar pendapat dengan beberapa tukang bangunan.

Di sebut Mustamin, sebelumnya sudah tanda-tanda keretakan. Jadi, ia lekas memanggil kontraktor agar kondisi rumahnya tak bertambah parah. Diputuskan agar membuat tiang baru cakar ayam. Semua material pun telah disiapkan.

"Baru sehari kemarin tukangnya bekerja dan sudah menggali tanah di samping rumah untuk bikin pondasi baru cakar ayam," ungkap Mustamin.

Rumah tersebut baru berusia 16 tahun. Spesifikasi bahan bangunan pondasi galam, tongkat dan rangka dari kayu ulin.

"Dulu yang bangun pemborong saja, bukan dari kontraktor. Tetapi yang bekerja untuk menambah pondasi memang kontraktor. Namun, setelah musibah ini saya tidak meneruskan untuk memperbaiki, tetapi membongkar habis dan merenovasi kembali. Saya khawatir akan berdampak dengan rumah di sebelahnya. Ini musibah, siapa yang berkehendak," pungkasnya.(lan) Editor : Muhammad Helmi
#Rumah Ambruk