Sebenarnya, Pemko sudah membangun beberapa titik embung untuk mereduksi luberan air dari hujan deras. Namun, belakangan ini diketahui jika embung-embung ini perlu dikuras lagi.
Pengurasan ini ditujukan agar air hujan yang tertampung di embung tak cepat meluber. Maklum, jika hujan deras dengan durasi lama, kapasitas embung tak bisa menampungnya.
Kondisi embung ini memang dikeluhkan segelintir warga. Terutama mereka yang bermukim di kawasan rawan banjir dan kebetulan di area embung dibangun.
Farhan misalnya, warga kelurahan Cempaka ini berharap agar fungsi embung bisa dimaksimalkan. "Entah ada pendangkalan atau tidak dikuras ya, cuman sepertinya daya tampungnya belum maksimal."
Ia sendiri mengaku mendapat kabar jika Pemko Banjarbaru akan melakukan normalisasi embung. "Katanya mau dikeruk atau dikuras gitu, tapi belum tau juga kapan. Ya bagusnya seperti itu dan rutin," katanya.
Terpisah, rencana pengurasan atau penyedotan air di embung ini tak ditampik oleh Pemko. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, tiga embung diagendakan dikuras.
Dijelaskan, bahwa embung yang airnya akan dikuras ini yakni embung Sidodadi di Loktabat Selatan dan dua embung di wilayah kecamatan Cempaka Banjarbaru.
"Hari ini (21/7) tadi kita sudah lakukan survei ke titik-titiknya. Jadi memang embung-embung ini akan coba kita kuras dalam upaya pencegahan banjir," kata Kalak BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas PUPR Kota Banjarbaru, penyedotan air di embung ini sebut Zaini dapat membantu mencegah terjadinya banjir. Pelibatan pihak BPBD ujarnya dikarenakan BPBD punya armada serta mesin penyedot air yang biasa digunakan untuk pemadam kebakaran.
"Jadi saat hujan deras itu ada kenaikan debit air, sehingga perlu dikuras embung yang ada. Jadi saat terjadi hujan air yang ada di lingkungan perumahan masyarakat bisa tersalurkan lebih cepat ke embung," paparnya.
Dikarenakan menguras embung perlu tenaga yang cukup banyak. Pihaknya katanya berencana untuk merekrut masyarakat di sekitar untuk membantu. Mereka akan dimasukkan sebagai Masyarakat Peduli Bencana atau MPB Kota Banjarbaru.
"Benar, nanti kita akan libatkan warga sekitar juga untuk pengurasan embung. Kemudian, kita juga mendapat bantuan sarpras dari Pemprov berupa tiga mesin dompeng pompa air untuk kegiatan ini," ungkapnya.
Turut diinformasikannya, bahwa saat ini ancaman banjir memang masih jadi atensi. Sebab, meskipun telah memasuki musim kemarau, namun berdasarkan prakiraan BMKG potensi hujan ujarnya masih cukup besar.
"Status waspada banjir masih diberlakukan di Banjarbaru. Lalu, cuaca yang berubah-ubah juga tak hanya waspada Karhutla saja, tapi juga banjir dan puting beliung," pungkasnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi